16 Warga Klaster Pekerja Madura di Lamongan Membaik, 12 Orang Isoman

Eko Sudjarwo - detikNews
Rabu, 16 Jun 2021 15:17 WIB
klaster pekerja madura
Foto: Eko Sudjarwo
Lamongan -

12 warga di Desa Bulumargi, Lamongan yang menjadi klaster pekerja Madura kondisinya telah membaik dan menjalani isolasi di rumah. Empat warga lainnya menjalani isolasi di rumah sakit.

"12 orang menjalani isolasi mandiri di rumah dan sudah diberikan obat-obatan dan vitamin," kata Kadinkes Lamongan Taufik Hidayat kepada wartawan saat konferensi pers penanganan COVID-19 di Mapolres Lamongan, Rabu (16/6/2021).

Dikatakan oleh Taufik, ke 12 warga Desa Bulumargi ini menjalani isolasi mandiri di rumah kosong yang telah memenuhi standar isolasi. Sebelumnya, aku Taufik, pihaknya telah mensurvei rumah-rumah kosong di desa setempat dan dinilai cocok untuk dipakai sebagai lokasi isolasi mandiri. Saat ini, lanjut Taufik, tinggal 4 warga desa yang tengah menjalani isolasi di rumah sakit di RS Lapangan Karangkembang, Babat.

"Saat ini kondisi pasien baik yang isolasi RS, maupun isolasi mandiri dalam kondisi sehat menunggu proses penyembuhan serta tidak ditemukan adanya kasus baru," terangnya.

Taufik mengungkapkan klaster pekerja Madura bermula dari kedatangan warga dari perantauan, terutama dari Madura mulai 28 Mei hingga 10 Juni. Ketika itu, 1 orang pekerja asal Madura dengan hasil rapid antigen reaktif meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat dan pulang paksa dari klinik rawat inap di Babat.

"Sesuai SOP, pelaku perjalanan antar kota diwajibkan untuk melakukan swab antigen dan didapatkan hasil 16 orang rapid antigen reaktif pada 7 Juni," ungkapnya.

Satgas COVID-19 Lamongan, jelas Taufik, kemudian menindaklanjuti hal ini dengan melakukan tracing kepada kontak erat. Paling lambat, tegas Taufik, 21 Juni sesuai dengan peraturan kementrian pasien dinyatakan sembuh atau selesai isolasi.

"Untuk kasus di Desa Bulumargi sampai saat ini tidak ada tambahan dan kasus ini mendapat perhatian penuh karena warga baru pulang dari Madura karena adanya varian baru," paparnya.

Terkait varian baru apakah sudah masuk Lamongan, Taufik menyebut jika sampai saat ini pihaknya belum menerima informasi mengenai hal tersebut. Meski demikian, imbuh Taufik, pihaknya telah mengirimkan 24 sample untuk diteliti.

"Seluruh sample setelah April dengan CT di bawah 25 telah kami kirimkan ke laboratorium. Bagi kami yang ada di tim Satgas COVID-19 Lamongan varian apapun yang lebih penting adalah penanganan secara cepat dengan dibantu oleh masyarakat dengan informasinya yang cepat agar bisa segera bisa ditangani," ungkap Taufik.

Seperti diketahui, warga Desa Bulumargi, Kecamatan Babat diketahui terpapar COVID-19 usai pulang kerja dari Madura. Warga desa yang kebanyakan bekerja sebagai penjual bakso, pentol dan juga warung makan ini diketahui reaktif dari hasil rapid antigen dan kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.

(iwd/iwd)