Kampung Tangguh Bersinar, Program Berantas Peredaran Narkoba dari Lapas

Amir Baihaqi - detikNews
Selasa, 15 Jun 2021 21:12 WIB
Polisi dan KemenkumHAM Jatim tengah mempersiapkan Kampung Tangguh Bersinar (bersih narkoba). Seperti namanya, program ini bertujuan untuk memberantas peredaran narkoba di masyarakat, khususnya dari dalam lembaga pemasyarakatan (lapas).
Polisi dan KemenkumHAM Jatim tengah mempersiapkan Kampung Tangguh Bersinar/Foto: Istimewa
Surabaya -

Polisi dan KemenkumHAM Jatim tengah mempersiapkan Kampung Tangguh Bersinar (bersih narkoba). Seperti namanya, program ini bertujuan untuk memberantas peredaran narkoba di masyarakat, khususnya dari dalam lembaga pemasyarakatan (lapas).

Pembentukan Kampung Tangguh Bersinar ini merupakan perintah langsung dari Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta. Pembentukan ini juga didukung oleh Dirjen Pas KemenkumHAM Irjen Reinhard Silitonga.

Dalam prosesnya, Ditresnarkoba Polda Jatim dipimpin langsung Kombes Hanny Hidayat telah melakukan kordinasi dengan para kepala lapas dari enam rayon pada Selasa (15/6/2021). Enam rayon itu yakni dari Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Ngawi, Magetan, Ponorogo dan Pacitan.

Menurut Hanny, pemberantasan narkoba tak hanya soal pemberantasan, namun juga penindakan. Untuk itu, penindakan harus melibatkan stakeholder yang nantinya akan bisa memberantas peredaran dan mewujudkan Jatim zero narkoba.

"Tugas pemberantasan narkoba bukan hanya penindakan, tapi juga pencegahan perlu dilaksanakan. Tentunya harus melibatkan stakeholder terkait. Karena dengan komunikasi serta koordinasi yang baik," kata Hanny dalam keterangannya, Selasa (15/6/2021)

"Tentunya kolaborasi dalam pemberantasan dan pencegahan narkoba dapat terlaksana dengan baik sehingga Jawa Timur bisa zero narkoba, ribuan anak bangsa dapat terselamatkan, pemulihan ekonomi nasional suatu daerah dapat berjalan dengan baik menuju Indonesia bebas narkoba," imbuhnya.

Wadirresnarkoba Polda Jatim AKBP Aris Setiono mengatakan, kegiatan koordinasi dengan stakeholder selama ini telah dilakukan selama sebulan penuh, atau sebanyak lima kali. Dari pertemuan itu, pihaknya mengaku banyak mendapat saran dari para kalapas di enam rayon terkait peredaran narkoba khususnya dari dalam lapas.

"Kami telah melaksanakan pertemuan sebanyak 5 kali di beberapa Rayon, dan kami banyak menampung saran dan masukan dari para kalapas sehingga kita bisa bekerja sama dan tidak bermain-main dengan narkoba," terang Aris.

Aris menjelaskan, peredaran narkoba yang dikendalikan dalam lapas masih marak terjadi. Bahkan jumlahnya terbilang fantastis. Hal itu kemudian dijadikan dasar pemberantasan narkoba harus melibatkan sejumlah stakeholder terutama dari pihak lapas.

"Ditresnarkoba Polda Jatim bekerja sama di Tim Satgas Merah Putih Mabes Polri, di mana mengungkap kasus narkoba jaringan internasional dengan BB 1,2 ton. Dan jaringan itu ternyata dikendalikan oleh warga binaan di Lapas Kembang Kuning Nusakambangan, silaturahmi dan kordinasi ini akan terus kita tingkatkan," tutur Aris.

Sementara itu, Kalapas Madiun Asep sebagai perwakilan rayon 6 mengaku senang dengan sinergitas ini. Ia bahkan menyebut koordinasi dengan polisi ini adalah hal pertama kali dilakukan.

"Dengan adanya kolaborasi ini kami bisa melakukan pengawasan maksimal terhadap warga binaan yang terlibat di dalam peredaran narkoba. Sinergisitas ini juga sebagai upaya dalam melaksanakan bersih-bersih narkoba di wilayah kami," pungkas Asep.

(sun/bdh)