Perawatan 3 Calon TKW yang Kabur dari BLK Malang Akan Dirujuk ke RSSA

Muhammad Aminudin - detikNews
Senin, 14 Jun 2021 15:55 WIB
Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) berencana memindahkan perawatan medis tiga calon pekerja migran Indonesia (PMI) ke rumah sakit lain
BP2MI rencana memindahkan perawatan medis 3 calon TKW (Foto: Muhammad Aminudin/detikcom)
Surabaya -

Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) berencana memindahkan perawatan medis tiga calon pekerja migran Indonesia (PMI)/TKW ke rumah sakit lain. Saat ini, ketiganya tengah menjalani perawatan medis di RS Wava Husada, Kepanjen, Kabupaten Malang.

5 Calon TKW itu kabur setelah meloncat dari tembok tempat karantina setinggi sekitar 15 meter, beberapa waktu lalu. 3 Orang mengalami luka kepala dan patah tulang. 2 Lainnya selamat. Namun satu korban selamat kembali ditangkap satpam saat berusaha menyelamatkan 3 temannya yang luka.

"Ada saran dari Pak Kapolresta, agar tidak calon PMI dirujuk ke RSSA. Untuk memudahkan pengawasan," kata Koordinator UPT BP2MI Malang, M Cholik Habibi dalam konferensi pers di kantornya Jalan Kedoya Barat, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Senin (14/6/2021).

Ketiga calon PMI itu adalah diketahui berumur 24 tahun asal Lombok Timur, sementara Fauziah berumur sama yakni 24 tahun asal Lombok Tengah, sedangkan Minarsih berusia 33 tahun asal Sumbawa.

Habibi turut mengungkapkan, kondisi terkini ketiga calon PMI yang sebelum kabur meloncat dari gedung PT Centra Karya Semesta (CKS) di Jalan Rajasa, Kota Malang, Rabu (9/6/2021), malam.

"Kondisinya ketiganya semakin membaik. Untuk Minarsih akan menjalani operasi, tetapi menunggu kedatangan suaminya dari Sumbawa. BP2MI Sumbawa sudah mendampingi suami korban untuk diantar ke rumah sakit," ujarnya.

Sementara untuk dua calon TKW selamat, lanjut Habibi, satu orang sudah kembali pulang ke kampung halamannya, setelah dijemput keluarga pasca kejadian.

"Dua yang selamat, satu orang sudah kembali pulang dijemput oleh keluarganya. Sementara satu lainnya melarikan diri," bebernya.

Dalam kesempatan itu, Habibi juga mengklarifikasi adanya petugas BP2MI dalam konferensi yang digelar PT CKS beberapa waktu lalu.

Pihaknya menegaskan, keberadaan petugas itu tanpa sepengetahuan BP2MI. Pihaknya juga menjamin perlindungan serta advokasi dan bantuan proses hukum maupun perawatan di rumah sakit.

"Maka dengan ini kami menyatakan mencabut diri dan tidak terlibat dalam subtansi saat konferensi pers itu. Dan kami sepenuhnya akan memberikan perlindungan dan advokasi serta bantuan penanganan atas proses hukum maupun biaya perawatan di rumah sakit," pungkasnya.

(fat/fat)