Epilepsi Kambuh, Pria Banyuwangi Ditemukan Membusuk di Dalam Sumur

Ardian Fanani - detikNews
Minggu, 13 Jun 2021 20:23 WIB
Epilepsi Kambuh, Pria Banyuwangi Ditemukan Membusuk Di Dalam Sumur
Foto: Istimewa (Dok Polsek Wongsorejo)
Banyuwangi -

Sesosok mayat di dalam sumur ditemukan warga Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi. Mayat tersebut diketahui adalah M. Hairi ilyas (25). Diduga, korban jatuh sendiri di dalam sumur lantaran penyakit epilepsi kambuh.

Pria ini ditemukan membusuk di dasar sumur di rumah adiknya, Rumiyati, Sabtu (12/6/2021) . Korban sendiri sudah menghilang sejak, Kamis (10/6/2021). Pihak keluarga awalnya menduga, korban pulang ke rumah orang tuanya yang berada di Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo.

Kapolsek Wongsorejo, Iptu Sudarso membenarkan penemuan korban dan tewas di sumur. Keberadaan mayat korban diketahui Imam Efendi (31) pekerja yang hendak memperbaiki kayu penutup sumur. Sekitar pukul 17.00 WIB, saat itu diketahui kayu penutup sumur jatuh ke dalam sumur. Diapun turun ke dalam sumur untuk mengambil kayu penutup sumur tersebut.

"Ketika sudah hampir sampai di dasar sumur saksi dikejutkan dengan bau menyengat," ujar Kapolsek Wongsorejo, Iptu Sudarso kepada wartawan, Minggu (13/6/2021).

Pekerja itupun mengurungkan niatnya turun ke dasar sumur. Dia memilih kembali naik untuk menanyakan keberadaan korban pada Rumiyati. Saat itu, Rumiyati menduga korban pulang ke rumah orang tuanya di Desa Bangsring.

"Korban diketahui sudah terlihat hilang mulai hari Kamis, 10 Juni 2021, pukul 19.00 WIB," jelasnya.

Saat itu Imam efendi menjelaskan apa yang di dalam sumur tersebut. Seketika itu juga, mereka meminta bantuan warga untuk mengangkat korban dari dalam sumur tersebut. Warga juga melaporkan kejadian ini ke Polsek Wongsorejo. Bersama dengan warga, petugas Kepolisian kemudian mengevakuasi korban dari dalam sumur.

Diduga kuat korban terjatuh ke dalam sumur saat penyakit epilepsinya kambuh. Pihak keluarga menolak dilakukan otopsi kepada korban.

"Keluarga korban sudah membuat pernyataan untuk tidak dilakukan otopsi pada korban, karena korban memiliki riwayat penyakit epilepsi," pungkasnya.

(fat/fat)