Arumi Bachsin Buka Pilot Project Sekolah Orang Tua Hebat di Lamongan

Eko Sudjarwo - detikNews
Jumat, 11 Jun 2021 21:28 WIB
Arumi Bachsin
Arumi Bachsin membuka Sekolah Orang Tua Hebat di Lamongan (Foto: Eko Sudjarwo)
Lamongan -

Lima kecamatan di Lamongan dijadikan sebagai percontohan Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH). Kelima kecamatan ini adalah Lamongan, Sukodadi, Sarirejo, Kalitengah, dan Kembangbahu. SOTH ini digagas BKKBN bersama PKK untuk mencetak orang tua cerdas dan terampil mengasuh anak.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin mengatakan tujuan diadakan sekolah hebat ini karena selama ini masih banyak kurangnya pengawasan pada anak-anak dalam soal Pendidikan, terutama saat di dalam rumah. Kurangnya perhatian pada diri anak ini, kata Arumi, akan berdampak pada perkembangan perilaku anak itu sendiri.

"Untuk itulah maka BKKBN Provinsi Jawa Timur menggagas adanya Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) ini," kata Arumi Bachsin Emil Dardak saat membuka Sekolah Orang Tua Hebat di Pendopo Lokatantra Lamongan, Jumat (11/6/2021).

Di Jawa Timur sendiri, terang Arumi, SOTH ini sudah ada di Kabupaten Pasuruan dan Lamongan di mana pembinanya dari Universitas Ciputra Surabaya yang nantinya akan memberi pola pendidikan. Arumi berharap, peran serta Pemkab hingga tingkat desa untuk mendukung program sekolah orang tua hebat yang akan berlangsung selama 3 bulan ini.

"Kualitas pengasuhan sangat menentukan kualitas generasi penerus yang dilahirkan oleh satu keluarga. Masa awal kehidupan setiap individu di mana sebagian besar waktunya dihabiskan bersama keluarga di lingkungan rumah merupakan masa yang paling fundamental sepanjang hidup atau sering disebut golden periode," ungkap Arumi.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengapresiasi ide brilian ini. Karena, menurutnya, anak yang hebat karena hasil asuhan orangtua yang hebat pula. Pak Yes juga menyebut, SOTH selaras dengan program Kabupaten Lamongan yaitu Kabupaten Layak Anak dan Gerakan 1821.

"Saya sangat mengapresiasi ide briliat ini. Harapannya dengan SOTH akan melahirkan anak yang hebat. Saat ini belum semua orang tua memiliki pengetahuan pola pengasuhan anak yang baik. Terutama orang tua muda, yang masih belum berpengalaman, yang mungkin belum sebijak orangtua kita dulu," tutur Pak Yes.

Sementara, Kaper BKKBN Propinsi Jawa Timur, Teguh Santoso menjelaskan teknis pelaksanaan SOTH yang akan digelar selama 3 bulan dengan estimasi 13 kali pertemuan, di mana setiap kali pertemuan dilaksanakan dalam waktu 2 jam. Diharapkan, dalam 13 kali pertemuan tersebut, ayah sebagai figur anak dapat mengikuti paling sedikit 3 kali pertemuan.

"Pelaksanaan yang cukup singkat, terukur dan di bawah pendampingan tenaga professional dari Universitas Ciputra yang turut hadir secara daring merupakan nilai plus untuk menarik minat para keluarga milenial agar meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengasuhan anak," terang Teguh seraya menyebut SOTH di Lamongan ini merupakan SOTH kedua di Jawa Timur setelah Kabupaten Pasuruan.

Secara seremonial, pembukaan SOTH ini dibuka secara resmi oleh ketua tim penggerak PKK Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, di Pendopo Lokatantra Lamongan. Turut hadir secara langsung, Kepala Perwakilan (Kaper) Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional Propinsi Jawa Timur Sukaryo Teguh Santoso, Ketua Tim penggerak PKK Kabupaten Lamongan, Anis Kartika Yuhronur Efendi dan Wabup Lamongan Abdul Rouf. Sebagai pilot project SOTH di Kabupaten Lamongan, kelima kecamatan terpilih juga turut hadir secara daring.

Dalam kesempatan ini, Arumi juga turut memberangkatkan 300 paket bantuan pangan dan perlengkapan mandi sebagai dukungan untuk warga Desa Sidodowo, Kecamatan Modo yang tengah menjalani lockdown karena klaster hajatan. Turut serta dalam pemberangkatan ini, Ketua Persit Chandra Kirana Kodim 0812 dan Ibu Ketua Bhayangkari Kabupaten Lamongan di mana mereka juga berharap agar warga masyarakat Desa Sidodowo tetap tenang meski sedang menjalani isolasi mandiri.

(iwd/iwd)