BPBD Ponorogo Petakan Bencana Kekeringan Tahun 2021

Charolin Pebrianti - detikNews
Jumat, 11 Jun 2021 13:55 WIB
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo
BPBD Ponorogo (Foto: Charolin Pebrianti/detikcom)
Ponorogo -

BPBD Ponorogo mulai memetakan bencana kekeringan di Bumi Reog. Total ada 3.213 Kepala Keluarga (KK) atau 10.844 jiwa yang terdampak.

"Semua kebencanaan harus diperhatikan betul - betul. Untuk masalah kekeringan sudah memetakan wilayah yang mempunyai potensi kekeringan," tutur Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo Setyo Budiono kepada wartawan, Jumat (11/6/2021).

Budi menambahkan peta sebaran potensi bencana kekeringan berdasarkan data tahun 2019 yang mencapai wilayah terluas, sekitar 41 dukuh, 27 desa dan 10 kecamatan.

"Ini terbanyak jadi acuan kami dalam mengantisipasi wilayah kekeringan di Ponorogo," terang Budi.

Potensi bencana kekeringan tahun 2021, data BPBD mencatat seperti Kecamatan Slahung, Pulung, Badegan, Balong, Bungkal, Sawoo, Kauman, Sambit, Sukorejo dan Sampung.

Menurutnya, BPBD mulai mempersiapkan sarana prasarana terutama tandonisasi, jerigen serta dropping air bersih. Namun mulai tahun 2021 ini, beberapa wilayah sudah mulai memiliki sumur dalam. Seperti Desa Duri, Kecamatan Slahung dan Desa Dayakan, Kecamatan Badegan.

"Prediksi kekeringan mulai bulan Mei, namun kini sudah terbantu adanya sumur dalam," tandas Budi.

BPBD pun membuat terobosan baru dengan meluncurkan aplikasi silaring. Warga bisa langsung melaporkan dan meminta pengiriman air bersih dengan cepat.

"Biasanya kalau mau minta air bersih, administrasi mulai dari laporan Kades ke BPBD dengan surat permintaan resmi. Kemudian cek lokasi dan dikirim. Kalau lewat aplikasi lebih cepat, administrasi bisa menyusul," papar Budi.

Masyarakat bisa melakukan pengajuan dengan cara menginput data, mulai dari titik lokasi, foto lokasi hingga kebutuhan air dan warga yang terdampak secara cepat dan akurat.

"Warga bisa langsung tertangani 1 x 24 jam, petugas kami langsung meluncur," pungkasnya.

(fat/fat)