Ratusan Warga Jember Datangi RS Mau Ambil Paksa Jenazah Pasien COVID-19

Yakub Mulyono - detikNews
Jumat, 11 Jun 2021 14:19 WIB
Ratusan warga Jember mendatangi RSD Kalisat. Mereka hendak mengambil paksa jenazah kepala kusun (kasun) yang dinyatakan positif COVID-19.
Ratusan warga Jember mendatangi RSD Kalisat/Foto: Yakub Mulyono
Jember -

Ratusan warga Jember mendatangi RSD Kalisat. Mereka hendak mengambil paksa jenazah kepala kusun (kasun) yang dinyatakan positif COVID-19.

Mereka merupakan warga Dusun Suren Lombung, Desa Suren, Kecamatan Ledokombo, Jember. "Itu yang meninggal kata saudaranya habis jatuh dari kamar mandi, karena tidak sadar dibawa ke rumah sakit Kalisat ini biar diobati," kata salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Jumat (11/6/2021).

"Keluarga tidak terima dikatakan COVID-19, wong awal masuk karena habis jatuh dari kamar mandi, kok dibilang meninggal karena COVID. Jadi kita datang ke sini, untuk bawa paksa pulang dan dimakamkan dengan layak," katanya.

Pantauan di lokasi, pihak keluarga bersama warga sempat bersitegang dengan polisi yang berjaga. Karena pihak keluarga ingin memaksa masuk ke rumah sakit untuk membawa pulang jenazah pasien COVID-19 itu.

Aksi dorong sempat terjadi, karena warga memaksa masuk. Untuk menghalau aksi, puluhan anggota Satsabhara Polres Jember didatangkan membantu petugas Polsek Kalisat. Kapolres Jember AKBP Arif Rachman Arifin bersama Dandim 0824 Jember Letkol Inf La Ode Muhammad Nurdin juga tampak di lokasi.

Kapolsek Kalisat AKP Sukari mengatakan, adanya aksi ratusan warga itu karena tidak memahami sejauh mana proses untuk memastikan pasien diketahui terkonfirmasi positif COVID-19 atau tidak.

"Jadi dari pagi warga berkumpul di sini untuk menegaskan bahwa kasun ini bukan meninggal karena COVID-19. Tapi dari hasil pemeriksaan tes antigen memang terkonfirmasi positif," kata Sukari.

Ditambah lagi, katanya, pasien memiliki komorbid. "Yakni ada sakit jantung itu," sambungnya.

Sehingga pihak keluarga dan warga diberi pengertian, jenazah tersebut akan dilakukan pemulasaraan menggunakan standar COVID-19.

"Saat ini pihak keluarga sedang diberi pemahaman, yang sebelumnya tidak terima (dengan hasil tes antigen), karena saat diperiksa tidak dibuka bajunya dan tidak dilakukan bagaimana memeriksa semestinya. Tapi ini masih dalam proses komunikasi, dan kita menjaga dengan standar protokol kesehatan," pungkasnya.

(sun/bdh)