Polisi Jemput Bola Vaksinasi Lansia Banyuwangi Demi Penuhi Target

Ardian Fanani - detikNews
Jumat, 11 Jun 2021 10:56 WIB
Polisi Jemput Bola Vaksinasi Lansia Banyuwangi Upaya Penuhi Target
Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi -

Berbagai cara dilakukan mempercepat pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Banyuwangi. Salah satunya mengantar lansia yang telah terjadwal menerima vaksin untuk pergi ke puskesmas dan kelurahan.

Seperti yang dilakukan Bhabinkamtibmas Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah Banyuwangi, Jumat (11/6/2021). Dengan mengenakan helm lengkap, sarung tangan, dan masker, Bripka Hendhik Y. Putra, mengantar para lansia satu per satu ke kelurahan Bakungan untuk disuntik vaksin Astra Zeneca.

"Karena minim yang datang kita lakukan penjemputan. Setelah di vaksinasi baru kita antarkan pulang," ujarnya kepada wartawan.

Dari target 287 Lansia yang hadir dan melaksanakan vaksin sejumlah 89 lansia, sedangkan yang tidak hadir sejumlah 198 Lansia.

"Ini vaksinasi tahap kedua untuk lansia. Makanya kita lakukan penjemputan," tambahnya.

Hendhik mengaku, kebanyakan para lansia takut untuk divaksin. Hal ini dikarenakan isu negatif tentang vaksin. Sebagian lagi karena takut disuntik.

"Ada yang beralasan takut disuntik. Tapi sebagian yang dijemput setelah diberikan pemahaman akhirnya mau," tandasnya.

Wakil Ketua Satgas COVID-19 Banyuwangi, Kombes Arman Asmara Syarifudin mengatakan, penjemputan para lansia merupakan tanggung jawab Bhabinkamtibmas di masing-masing kelurahan. Ini dilakukan sebagai upaya dalam memenuhi target vaksin COVID-19.

"Tugas mereka adalah melakukan penjemputan para lansia. Selain itu juga mereka juga wajib menjaga kamtibmas selama kegiatan vaksinasi," ujar pria yang juga menjabat Kapolresta Banyuwangi ini.

Menyikapi kurangnya kesadaran masyarakat untuk vaksinasi, kata Arman, Satgas bersama tenaga kesehatan, TNI dan Polri serta pihak terkait telah melakukan upaya edukasi dan memberikan pemahaman kepada masyarakat khususnya lansi tentang vaksinasi yang aman dan nyaman.

"Kendala yang ketiga mereka (warga khususnya lansia) terpengaruh pada berita di medsos (media sosial), berita yang tidak jelas," bebernya.

"Hal yang harus kita maklumi kita semua akan lebih tertarik dengan berita negatif dibanding dengan berita yang benar. Seribu informasi yang benar tentang tujuan vaksinasi akan hanyut dengan satu berita kematian pasca vaksinasi yang belum tentu kebenarannya," pungkasnya.

(fat/fat)