Polisi Bongkar Kasus Mafia Tanah di Surabaya, Salah Satu Tersangkanya ASN

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Kamis, 10 Jun 2021 22:26 WIB
mafia tanah di surabaya
Polisi bongkar kasus mafia tanah di Surabaya (Foto: Deny Prastyo Utomo)
Surabaya -

Satgas mafia tanahPolrestabes Surabaya membongkar kasus mafia tanah di Surabaya. Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Ketiga tersangka yakni DP (49), SH (52), dan S (52). Nama terakhir merupakan seorang ASN. Mereka mencaplok lahan tambak milik warga di Manukan Kulon, Surabaya yang aslinya tidak dijual oleh pemiliknya.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Jhonny Eddizon Isir mengatakan terbongkarnya kasus ini berawal dari terbitnya peta bidang.

"Dapat saya gambarkan secara singkat, kasus ini konstruksinya adalah telah terbit peta bidang. Namun objeknya itu tidak berada di lokasi yang di maksud atau lokasinya tidak benar. Kenapa, karena para pemilik lahan itu tidak pernah mengajukan, belum ada yang berpindah tangan," kata Isir saat rilis di Polrestabes Surabaya, Kamis (10/6/2021).

"Dari hasil proses penyelidikan, kita bisa memetakan karena ada kelompok yang mencari tanah, kemudian ada kelompok melakukan ikatan jual beli, kemudian ada kelompok mensetting untuk melakukan gugatan perdata di pengadilan, kemudian ada kelompok mengajukan penerbitan sertifikat hak milik. Jadi ada empat sub skenario ini," ungkap Isir.

Isir menyebut ketiga tersangka memiliki peran masing-masing dalam kasus mafia tanah ini.

"Dari tiga tersangka ada tersangka yang mulai dari awal. Kaitan dengan tanah, ikatan jual beli. Pengadilan sampai dengan kemudian dengan pengurusan. Ada juga yang berperan di masing-masing sub. Tapi dari rangkaian ini terbitlah yang objeknya salah atau tidak tepat," lanjut Isir.

Selanjutnya
Halaman
1 2