Target Vaksinasi COVID-19 Lansia Banyuwangi yang Dicapai 50 Persen

Ardian Fanani - detikNews
Kamis, 10 Jun 2021 17:00 WIB
50 Persen target Vaksinasi COVID-19 Lansia Dicapai Banyuwangi
Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi -

Vaksinasi untuk lansia terus berlangsung. Data Satgas Penanganan COVID-19 Banyuwangi, hingga saat ini mencapai 50 ribu lebih lansia sudah divaksinasi. Angka ini setara 50 persen lebih dari target sasaran vaksinasi lansia sebesar 87 ribu orang.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Banyuwangi, dr Widji Lestariono mengatakan, meski dinilai besar, pelaksanaan vaksinasi COVID-19 terhadap lansia ini mendapatkan berbagai kendala. Dari berbagai kendala yang ditemukan, kendala utama vaksinasi dengan sasaran kelompok lansia adalah tingkat kehadiran yang rendah di tempat layanan.

"Setelah kita analisa penyebabnya ada tiga pertama keterbatasan fisik," jelas ujarnya kepada wartawan, Kamis (10/6/2021).

Menurutnya, lansia memang memiliki karakteristik fisik tersendiri Untuk mengatasi kendala ini, Satgas telah membuat terobosan dengan melakukan metode jemput bola mendatangi kediaman lansia yang akan melaksanakan vaksin COVID-19.

Kendala kedua, banyak lansia yang beralasan takut disuntik. Menyikapi hal ini, Satgas bersama tenaga kesehatan, TNI dan Polri serta pihak terkait telah melakukan upaya edukasi dan memberikan pemahaman kepada masyarakat khususnya lansia tentang vaksinasi yang aman dan nyaman.

"Kendala yang ketiga mereka (warga khususnya lansia) terpengaruh pada berita di medsos (media sosial), berita yang tidak jelas," bebernya.

Dalam mengatasi kendala yang ketiga ini, menurut pria yang biasa dipanggil Rio ini, Satgas telah meminta seluruh komponen yang ada, mulai petugas kesehatan dan seuruh komponen yang peduli dengan vaksinasi COVID-19 untuk meluruskan berita-berita tersebut.

"Hal yang harus kita maklumi kita semua akan lebih tertarik dengan berita negatif dibanding dengan berita yang benar. Seribu informasi yang benar tentang tujuan vaksinasi akan hanyut dengan satu berita kematian pasca vaksinasi yang belum tentu kebenarannya," pungkasnya.

(fat/fat)