Eksekusi Sebuah TK di Malang Dibalas Penolakan dan Laporan ke Jokowi

Muhammad Aminudin - detikNews
Kamis, 10 Jun 2021 16:06 WIB
eksekusi di malang
Juru sita PN Kepanjen membacakan perintah eksekusi (Foto: Muhammad Aminudin)
Malang -

Sebuah sekolah taman kanak-kanak (TK) di Desa Karangduren, Pakisaji, Kabupaten Malang, menjadi obyek eksekusi Pengadilan Negeri Kepanjen. Pengelola TK menolak eksekusi dan akan mengadu ke Presiden Joko Widodo.

"Saya akan menolak dan akan mempertahankan TK saya. Karena ini (tanah) milik kami. Kami punya AJB (akta jual beli)," ujar Kepala Sekolah TK Bachrul Ulum, Siti Mutmainah, kepada wartawan di lokasi, Kamis (10/6/2021).

PN Kepanjen hari ini melaksanakan eksekusi pengosongan perkara dengan pemohon Anton Hadi dkk sesuai surat keputusan Nomor 12/Eks/2018/PN.Kpn tertanggal 24 September 2020.

Eksekusi pengosongan meliputi dua bidang tanah. Pertama seluas 1.556 meter persegi dan 575 meter persegi, sesuai sertifikat hak milik nomor 1588 dan 1587 atas nama Dina Ariany.

eksekusi di malangWarga yang menolak eksekusi (Foto: Muhammad Aminudin)

TK Bachrul Ulum adalah salah satu obyek bangunan yang berdiri di atas tanah yang akan dieksekusi. Selain, pondok pesantren Murrottilil Qur-anil Karim. Ada tiga termohon dalam eksekusi yakni Buchori Muslim, Moch Hadi, dan Achmad Syaiful.

Kembali pada Kasek TK Bachrul Umum, Siti mengaku punya hak atas tanah dimana didirikan lembaga pendidikan dengan jumlah pelajar sebanyak 114 orang, gabungan dari pelajar TK, TPQ, dan penitipan anak.

"Di sini total ada 114 siswa, ada TK, TPQ dan penitipan anak. Saya tidak kenal dengan Anton dan tidak punya utang, makanya akan saya pertahankan," tegasnya.

Siti menyesal sampai hari eksekusi dirinya tak menerima surat tembusan. Pihaknya juga akan menolak apabila ada rencana relokasi.

Selanjutnya
Halaman
1 2