24 Puskesmas di 22 Kecamatan Blitar Jemput Bola Pelaksanaan Vaksinasi

Erliana Riady - detikNews
Kamis, 10 Jun 2021 09:38 WIB
24 Puskesmas di 22 Kecamatan Bergiliran Jemput Bola Pelaksanaan Vaksinasi
Persiapan vaksin di Blitar (Foto: Erliana Riady/detikcom)
Blitar -

Sebanyak 24 puskesmas di 22 kecamatan di Blitar secara bergiliran mendatangi desa-desa di wilayah kecamatan. Mereka akan jemput bola pelaksanaan vaksinasi di kantor desa. Selain itu semua rumah sakit, baik swasta maupun negeri juga dilibatkan untuk percepatan proses vaksinasi ini.

Tim Penanggulangan Bidang Kesehatan Satgas COVID-19 Kabupaten Blitar, Eko Wahyudi mengatakan, sasaran vaksinasi juga diperluas kepada warga berusia produktif di atas 18 tahun.

"Untuk percepatan pelaksanaan vaksinasi, dilakukan dengan jemput bola vaksinasi ke desa-desa dan melibatkan 3 pilar dalam pelaksanaannya. Sasaran juga kami perluas, ditambah usia produktif di atas 18 tahun," papar Eko kepada detikcom, Kamis (10/6/2021).

Sementara Pemkab Blitar bersinergi dengan tiga pilar untuk percepatan penanganan COVID-19. Di antaranya, percepatan vaksinasi dengan target akan selesai akhir Juni mendatang.

Data dari Dinkes Pemkab Blitar, dari 84.000 dosis vaksin AstraZeneca yang diterima pada akhir Mei lalu, sampai Rabu (10/6) sisa stok sebanyak 43.860 dosis. Pemkab Blitar mengupayakan menghabiskan stok itu dalam sepekan ke depan.

Kapolres Blitar, AKBP Leonard M Sinambela menjelaskan, konsep percepatan program vaksinasi dan penanganan COVID-19 adalah melalui evaluasi dan menyusun strategi percepatan.

"Dalam evaluasi itu, ada tiga hal yang harus bersama kami lakukan. Pertama, pembagian tugas berdasarkan lapis kemampuan. Jadi di tingkat desa itu tugasnya mengedukasi masyarakat, kemudian mencari, menjaring dan mendata masyarakat di desanya yang perlu di vaksin sesuai sasaran," kata Leo.

Kedua, imbuhnya, di tingkat kecamatan dalam hal ini puskesmas, bertugas mengatur managemen vaksinasi dan menyiapkan tenaga vaksinator. Jadi yang didapat dari desa dikumpulkan untuk mendapatkan vaksin. Selain yang sudah berjalan di tingkat puskesmas, vaksinasi juga dilakukan dengan menjemput sasaran dan vaksinasi secara kolektif.

"Ketiga, di tingkat kabupaten, kodim dan polres, kami spesifik kepada sasaran komunitas yang terstruktur. Semua OPD juga dilibatkan. Misal pasar, dinas pasar mencari sasaran vaksin di lingkupnya. Kemudian seluruh faskes dibawah lingkup pemkab, kodim dan polres juga membuka layanan vaksin kepada warga," pungkasnya.

(fat/fat)