Demokrat Jatim Sowan ke Golkar, Penjajakan AHY-Airlangga?

Faiq Azmi - detikNews
Selasa, 08 Jun 2021 13:25 WIB
Plt Ketua DPD PD Jatim Emil Elestianto Dardak
Emil Dardak saat bertemu Ketua DPD I Golkar Jatim, Sumarji (Foto: Faiq Azmi/File)

"Kami ingin ucapkan terima kasih ke Golkar Jatim, sudah disambut hangat. kami merasa sebagai keluarga. Tujuan silaturahmi sebagaimana kita sampaikan adalah upaya membangun sinergi yang baik. Kita ini satu wadah sama Bu Khofifah, saya juga sampaikan ke Bu Khofifah soal terjadwal silaturahmi, bahwa partai-partai ini bersama, bisa bersinergi," terang Emil.

Pertemuan ini dihadiri sejumlah pengurus dari dua partai tersebut. Di antaranya Ketua DPD Golkar Jatim Sarmuji, Sekretaris DPD Golkar Jatim Sahat Tua Simanjuntak, Ketua Fraksi Golkar Jatim Kodrat Sunyoto. Kemudian dari PD ada Plt Ketua Demokrat Jatim Emil Elistianto Dardak, Plt Sekretaris Demokrat Jatim Bayu Airlangga, Wakil Ketua BPOKK Agus Dono, dan Ketua Fraksi Demokrat Jatim Sri Subiati.

Sebelumnya diberitakan, duet dua ketua umum (ketum) partai, Demokrat dan Golkar, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan Airlangga Hartarto untuk Pilpres 2024 mengemuka. Duet AHY-Airlangga ini diibaratkan nostalgia kemesraan Demokrat dengan Golkar saat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang berduet dengan Jusuf Kalla (JK) berhasil terpilih menjadi presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2004 silam.

Bukan dari dorongan gaib duet AHY-Airlangga mengemuka. Ada andil Deputi Analisa Data dan Informasi Balitbang DPP Demokrat Syahrial Nasution sehingga wacana duet AHY-Airlangga muncul.

"Koalisi Demokrat dan Golkar pada Pilpres 2024 berpeluang untuk penyelamatan ekonomi di masa depan," kata Syahrial melalui akun Twitter @syahrial_nst, Minggu (6/6/2021).

Keyakinan akan koalisi Demokrat-Golkar terulang diselipkan oleh Syahrial. AHY-Airlangga diyakini mampu mengembalikan sejatinya sebuah demokrasi.

"Masa-masa gemilang pemerintahan @SBYudhoyono dan @Pak_JK sangat mungkin diulang kembali oleh @AgusYudhoyono dan @airlangga_hrt. Kombinasi ini pun akan mampu mengembalikan demokrasi pada relnya," imbuhnya.


(iwd/iwd)