Ini Alasan Perawat di Jombang Tega Gugurkan Kandungan Siswi SMA yang Dihamili

Enggran Eko Budianto - detikNews
Minggu, 06 Jun 2021 19:35 WIB
Perawat RSUD Jombang dipenjara gara-gara 6 kali menyetubuhi seorang siswi SMA hingga hamil dan keguguran. Ternyata, tersangka pernah bertunangan dengan korban.
Foto: Istimewa
Jombang -

Perawat RSUD Jombang Doni Deadi Subaktiar (31) tega menggugurkan kandungan seorang siswi SMA yang dihamili. Bujangan asal Desa Kedungjati, Kabuh, Jombang itu mencekoki kekasihnya dengan obat penggugur kandungan.

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Teguh Setiawan mengatakan, Doni menggugurkan kandungan korban yang saat itu berusia 2 bulan. Tersangka satu kali membeli obat penggugur kandungan secara online akhir 2020.

"Dia belum mengaku jenis obatnya, katanya belinya online. Kami lakukan pendalaman. Kalau ada petunjuk dari pengakuan tersangka, kami lacak," kata Teguh saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (6/6/2021).

Setelah mendapatkan obat penggugur kandungan, perawat di bagian ICU Central RSUD Jombang ini menyuruh kekasihnya meminum obat tersebut akhir tahun lalu. Kepada gadis asal Kecamatan Peterongan, Jombang tersebut, ia menyebut obat itu untuk melancarkan haid.

"Korban tak tahu yang dia minum obat penggugur kandungan. Baru setelah keguguran dia sadar itu obat penggugur kandungan," terang Teguh.

Gadis berusia 17 tahun itu lantas mengadu ke orang tuanya. Karena ulah kekasihnya, siswi kelas 12 SMA itu hamil hingga keguguran. Orang tuanya pun mendesak Doni segera menikahi korban.

"Alasan pelaku menggugurkan kandungan kekasihnya karena belum menikah tidak mau mempunyai anak dulu. Untuk sementara korbannya tunggal," ungkap Teguh.

Doni menjalin hubungan asmara dengan kekasihnya selama satu tahun. Perawat RSUD Jombang berstatus pegawai honorer ini berjanji akan menikahi korban agar siswi kelas 12 SMA itu bersedia diajak berhubungan layaknya suami istri.

Selama berpacaran, Doni mengaku baru 6 kali menyetubuhi korban. Gadis di bawah umur itu sempat hamil hingga keguguran. Korban akhirnya mengadu ke orang tuanya. Ayah korban melaporkan Doni Polres Jombang awal Mei 2021 karena tak kunjung menikahi putrinya.

Perawat di bagian ICU Central RSUD Jombang itu diringkus polisi 31 Mei lalu. Hari itu juga dia ditahan di Rutan Polres Jombang. Doni disangka dengan pasal 81 UU RI nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak.

Simak juga 'Perampok dan Perkosa ABG di Bekasi Dijerat Pasal Berlapis':

[Gambas:Video 20detik]



(fat/fat)