Wakil Ketua DPRD Jatim Dicurhati Ibu-ibu Tingginya Pernikahan Dini di Bondowoso

Amir Baihaqi - detikNews
Minggu, 06 Jun 2021 19:00 WIB
Wakil Ketua DPRD Jatim Dicurhati Ibu-ibu Tingginya Pernikahan Dini di Bondowoso
Foto: Istimewa
Surabaya -

Wakil DPRD Jatim Anwar Sadad dicurhati ibu-ibu terkait tingginya angka pernikahan dini. Curhatan itu disampaikan saat dialog bersama dan halalbihalal PC Fatayat NU Bondowoso.

Dalam dialog bertema "Penguatan Perempuan sebagai Pendamping Anak dalam Upaya Mengurangi Angka Perkawinan Anak" itu, Sadad mengatakan pemerintah sebenarnya sudah mengatur regulasi usia untuk mencegah pernikahan dini. Yakni dari sebelumnya usia 16 tahun menjadi 19 tahun.

Regulasi itu, lanjut Sadad, regulasi itu juga sudah tertuang dalam UU tentang perlindungan Anak. Tak cukup, bahkan gubernur juga telah mengeluarkan surat edaran untuk mencegah pernikahan dini.

"Dalam UU tentang Perlindungan Anak sudah diatur secara rigid hak dan kewajiban perlindungan anak. Gubernur juga telah mengeluarkan SE untuk cegah pernikahan anak," kata Sadad, Minggu (6/6/2021).

Untuk itu, Sadad menambahkan, regulasi itu harus disertai dengan langkah-langkah kongkrit. Langkah itu yakni penegakan dan sosialisasi serta edukasi sehingga kesadaran para orang tua agar tidak menikahkan dini anak-anaknya.

"Regulasi tersebut harus disertai dengan penegakan hukum, dan tidak kalah pentingnya perlu sosialisasi tentang kesadaran orang tua agar tidak menikahkan anaknya di bawah umur," terang Sadad.

"Edukasi, baik untuk orang tua maupun anak harus dilakukan secara massif dengan menjelaskan sisi negatif dan risiko yang ditimbulkan dari pernikahan anak," tambah Sadad.

Sadad tak menampik bahwa penyebab utama pernikahan dini diakibatkan karena faktor ekonomi. Terlebih lagi di masa pandemi COVID-19 ini, sektor ekonomi semakin memburuk terkena imbasnya. Sehingga banyak dari para orang tua akhirnya memilih menikahkan anaknya secara dini.

"Pandemi corona yang sudah berlangsung setahun lebih ini memperburuk kondisi perekonomian masyarakat. Akibatnya banyak orang tua mengambil jalan pintas menikahkan anaknya meskipun masih di bawah umur," tukas pria yang juga Plt Ketua DPD Partai Gerindra Jatim itu.

Sadad kemudian memaparkan, dari data KPAI, jumlah pernikahan dini tak hanya terjadi di Bondowoso. Namun hampir terjadi merata di seluruh Indonesia.

"Jumlah pernikahan anak di Indonesia dari tahun ke tahun meningkat, tahun ini mencapai angka 11,21 persen, jauh di atas terget sebesar 8 persen dari total populasi perempuan berusia 20-24 tahun," tandas Sadad.

(fat/fat)