Begini Kondisi Siswi SMA yang 6 Kali Disetubuhi Perawat di Jombang

Enggran Eko Budianto - detikNews
Sabtu, 05 Jun 2021 23:19 WIB
Perawat salah satu rumah sakit di Jombang diringkus polisi gara-gara nekat melakukan persetubuhan dengan gadis di bawah umur. Janji-janji palsu tersangka membuat siswi kelas 12 SMA itu rela 6 kali disetubuhi hingga hamil dan keguguran.
Perawat yang menghamili seorang siswi SMA di Jombang menjadi tahanan Polres Jombang/Foto: Istimewa
Jombang -

Siswi SMA yang hamil dan keguguran setelah disetubuhi perawat RSUD Jombang, mengalami trauma. Dalam waktu dekat, polisi akan memeriksakan kondisi kejiwaan korban.

"Trauma pasti ada. Karena anak umur segitu yang masih sekolah sudah pernah hamil dan keguguran," kata Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Teguh Setiawan saat dikonfirmasi detikcom, Sabtu (5/6/2021).

Selain itu, lanjut Teguh, korban juga mengalami tekanan batin setelah perawat yang menghamilinya dijebloskan ke penjara. "Sebenarnya dia berat juga pelaku ditahan, bagaimana pun dia pacarnya. Karena perbuatan pelaku menurut undang-undang salah dan dilakukan pada anak di bawah umur, mau tidak mau tetap kami proses," terangnya.

Ia menjelaskan, saat ini korban tetap tinggal bersama kedua orang tuanya di Kecamatan Peterongan, Jombang. Siswi kelas 12 itu masih melanjutkan pendidikannya.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan memeriksakan kejiwaan gadis berusia 17 tahun tersebut. Sehingga korban bisa menjalani trauma healing.

"Korban anak pasti kami bawa ke psikiater untuk dicek kondisi kejiwaannya. Mungkin minggu depan kami lakukan," tambahnya.

DDS (31) menjalin hubungan asmara dengan korban selama satu tahun terakhir. Bujangan warga Kabuh, Jombang itu berjanji akan menikahi siswi SMA itu agar korban bersedia diajak melakukan persetubuhan.

Selama berpacaran, DDS mengaku baru 6 kali menyetubuhi korban. Gadis di bawah umur itu sempat hamil hingga keguguran. Korban akhirnya mengadu ke orang tuanya. Ayah korban melaporkan DDS ke Polres Jombang karena tak kunjung menikahi putrinya.

Perawat di bagian ICU Central RSUD Jombang itu diringkus polisi 31 Mei lalu. Hari itu juga dia ditahan di Rutan Polres Jombang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

DDS disangka dengan Pasal 81 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. Hukuman maksimal 15 tahun penjara sudah menantinya.

(sun/bdh)