Wanita di Blitar Tega Buang Bayi Hasil Hubungan Asmara yang Tak Direstui

Erliana Riady - detikNews
Sabtu, 05 Jun 2021 16:23 WIB
Pelaku yang membuang bayi perempuan di Blitar terungkap. Pelaku yakni ibu kandung bayi itu, yang sempat menutupi kehamilannya dari keluarga.
Bayi perempuan yang ditemukan warga Blitar di pekarangan rumah/Foto: Erliana Riady
Blitar -

Pelaku yang membuang bayi perempuan di Blitar terungkap. Pelaku yakni ibu kandung bayi itu, yang sempat menutupi kehamilannya dari keluarga.

Hasil penyidikan polisi mengungkap fakta di balik drama penemuan bayi perempuan di Kecamatan Nglegok, Jumat (4/6) sore. Dari pemeriksaan beberapa saksi, ternyata orang pertama yang menemukan bayi itulah yang meletakkan bayi mungil itu di pekarangan keluarganya.

"Dari hasil penyidikan, yang menemukan pertama itulah pelakunya. Inisial AZ, sekaligus ibu kandung bayi yang ditemukan kemarin," kata Kapolsek Nglegok, AKP Lahuri saat dikonfirmasi detikcom, Sabtu (5/6/2021).

AZ (22), lanjut dia, merupakan anak Hariyanto, warga setempat yang memberikan kesaksian kepada wartawan, sebelum polisi datang ke lokasi kejadian. Menurut Hariyanto, sekitar pukul 14.15 WIB dia sedang tidur dibangunkan istrinya. Istrinya yang sedang di kamar mandi mendengar suara bayi dan meminta Hariyanto melihat dari dekat di pekarangan mereka.

"Ternyata dalam penyidikan terungkap AZ yang mengarang cerita dia di kamar mandi mendengar suara bayi. Kemudian cerita ke ibunya, lalu ibunya membangunkan bapaknya (Hariyanto) untuk mendekat ke asal suara bayi," ungkapnya.

Saat ditemukan, tali pusar masih menempel dan bersih dari noda darah persalinan. Bayi seberat 2,3 kg dengan panjang 44 cm itu kondisinya sehat.

Begitu mengetahui fakta itu, AZ juga dibawa ke Puskesmas Nglegok. Selama 24 jam, kondisi kesehatannya akan diobservasi karena melakukan proses persalinan sendirian.

Sekitar pukul 09.00 WIB, AZ sudah diizinkan pulang oleh tim medis Puskesmas Nglegok. Dari hasil pemeriksaan, kondisinya stabil usai melahirkan normal walaupun dilakukan sendirian.

"Kondisi kesehatan ibu stabil dan sudah kami izinkan pulang. Tapi untuk bayinya masih kami periksa di laboratorium dulu," jawab petugas Puskesmas Nglegok, Ayu Wijayanti.

Saat ini, penanganan kasus hukumnya dilimpahkan ke PPA Polresta Blitar. Pada penyidik, ZA mengaku menutupi kehamilannya dari orang tuanya. Dia melahirkan sendiri di dalam rumah orang tuanya, kemudian sengaja meletakkan bayinya di pekarangan samping rumah orang tuanya.

"Hubungan asmaranya tidak direstui, karena kekasihnya belum bekerja. Orang tuanya tidak tahu kalau anaknya hamil sampai melahirkan sendiri di dalam rumah mereka," papar Lahuri.

(sun/bdh)