Upaya BPBD Jatim soal 8 Kabupaten Potensi Terjadi Tsunami

Faiq Azmi - detikNews
Jumat, 04 Jun 2021 18:51 WIB
Selain Rumus 20-20-20, Pakar Sebut 13 Hal Perlu Disiapkan Hadapi Potensi Gempa-Tsunami
Foto: Istimewa (Dok Pribadi Dr Amien Widodo)
Surabaya -

BMKG menyebut ada peningkatan aktivitas kegempaan dan tsunami Jawa Timur. BPBD Jawa Timur telah memetakan 8 kabupaten di Jatim yang masuk daerah rawan tsunami kategori tinggi.

Yakni di Banyuwangi, Jember, Lumajang, Malang, Blitar, Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan. BPBD juga melakukan sejumlah upaya meminimalisir risiko bencana.

"Jadi beberapa upaya pengurangan risiko ada seperti pencegahan bagaimana kita menghalangi tsunami. Lalu bisa kita lakukan mitigasi dengan menghalangi pertemuan antara tsunami dengan kita," ujar Plt Kalaksa BPBD Jatim Yanuar Rachmadi saat ditemui wartawan di Kantor Pemprov Jatim, Jumat (4/6/2021).

Yanuar menjelaskan, bentuk dari mitigasi yang diupayakan BPBD Jatim di antaranya pemasangan greenbelt. Dipasangnya greenbelt disebutnya bisa mengurangi energi tsunami. Greenbelt sendiri sejauh ini sudah ada di daerah Banyuwangi serta Lumajang.

"Bisa kita pasang greenbelt. Bisa dengan seawall seperti di Jepang. Paling memungkinkan ya greenbelt. Mangrove dengan luasan sekian bisa meredam tsunami sekian. Saat air datang, masuk di antara greenbelt bisa berkurang energinya," jelasnya.

Selain itu, Yanuar menyampaikan, BPBD Jatim juga terus gencar mensosialisasikan konsep 20-20-20. Konsep ini berarti 20 detik setelah gempa, maka seseorang harus segera berlari mencari tempat dengan ketinggian 20 meter dalam waktu 20 menit.

"Kesiapsiagaan ini membuat orang-orang cepet lari kalau ada tsunami. Dengan memahami konsep tsunami, dan mengerti sarana prasarananya, maka warga di sekitar pantai atau yang ada di pantai saat gempa terjadi sudah mengerti apa yang harus dilakukan," bebernya.

BPBD Jatim juga telah melakukan penghijauan di kawasan pinggir pantai agar bisa memecah kekuatan saat tsunami terjadi. Ada juga alat early warning system (EWS) yang dipasang BPBD serta BMKG di 8 kabupaten yang rawan gempa dan tsunami.

"Kami juga menyiapkan desa tangguh bencana (destana) mengajarkan bagaimana masyarakat mengenal konsep 20 tadi. Kita juga bangun jalur evakuasi untuk temen-temen yang akan melarikan diri atau melakukan kegiatan evakuasi. Perlu juga adanya kerja sama dengan pengawas pantai sehingga ada yang mengingatkan ke masyarakat saat potensi itu terjadi," tandasnya.

Yanuar juga menekankan, bahwa potensi tsunami Jatim dengan tinggi maksimal 29 meter yang dibeberkan oleh BMKG, merupakan kemungkinan terburuk.

"Jadi itu kemungkinan terburuk ya, kalau gempa dengan kekuatan lebih dari 8,7 magnitudo. Masyarakat harus mengenali lingkungannya akan ancaman bencana," pungkasnya.

Lihat juga Video: Sistem Peringatan Gempa dan Tsunami di RI Setara dengan Jepang

[Gambas:Video 20detik]




(fat/fat)