Ada Potensi Tsunami Jawa Timur, Pakar Paparkan Peningkatan Frekuensi Gempa

Hilda Meilisa - detikNews
Jumat, 04 Jun 2021 11:15 WIB
BMKG Sebut Ada Potensi Tsunami di Jatim, Pakar Paparkan Peningkatan Frekuensi Gempa
Foto: Istimewa BMKG
Surabaya -

Baru-baru ini, BMKG mengumumkan hasil pemodelan matematis yang telah dilakukan. Hasilnya menyebut adanya gempa hingga magnitudo 8,7 dan tsunami Jawa Timur setinggi maksimal 29 meter.

Pakar Geologi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Dr Ir Amien Widodo mengatakan pemodelan yang dilakukan BMKG merupakan langkah awal yang tepat.

Amien menyebut daerah Jatim terbentuk karena adanya tumbukan lempeng Eurasia dan Indo-Australia, sehingga menjadi suatu keharusan untuk meneliti bab kegempaan di Jatim. Untuk itu, BMKG bukan tanpa alasan menyebut skenario terburuk yang mungkin terjadi.

"Pemodelan ini menunjukkan worst scenario kemudian diumumkan, karena dalam 5 bulan terakhir diketahui frekuensi gempa yang terjadi di Jawa Timur sangat tinggi," ungkap Dosen Departemen Teknik Geofisika ini di Surabaya, Jumat (4/6/2021).

Tak hanya itu, Amien mengatakan tingginya intensitas gempa ini patut dicurigai. Dia mencontohkan Jatim harus belajar dari gempa besar Yogyakarta pada 27 Mei 2006 silam. Salah satu yang menjadi pertanda sebelum gempa Yogyakarta itu terjadi, adalah terekam aktivitas kegempaan yang semakin sering.

Amien mengatakan saat itu, frekuensi gempa mengalami kenaikan, tetapi tidak lebih dari 50 gempa setiap bulannya.

"Sementara itu, di 5 bulan terakhir ini gempa yang terekam selalu lebih dari 500 kejadian per bulan," jelas Amien.

Tak hanya itu, Amien menyebut perbedaan frekuensi tahun 2006 lalu dengan tahun sekarang ini sangat jauh. Untuk itu, sudah sepantasnya kita jauh lebih waspada. Terlebih lagi, tumbukan lempeng yang menyusun Jawa Timur ini panjangnya sekitar 250 sampai 300 KM.

Selanjutnya
Halaman
1 2