Bupati Banyuwangi Tahlil dan Tumpengan Peringati Hari Lahir Pancasila

Ardian Fanani - detikNews
Senin, 31 Mei 2021 21:18 WIB
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memperingati Hari Lahir Pancasila dengan tahlil dan tumpengan. Acara digelar bersama warga di Balai Desa Telemung, Kecamatan Kalipuro.
Tahlil memperingati Hari Lahir Pancasila/Foto: Ardian Fanani/detikcom
Banyuwangi -

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memperingati Hari Lahir Pancasila dengan tahlil dan tumpengan. Acara digelar bersama warga di Balai Desa Telemung, Kecamatan Kalipuro.

Usai salat magrib berjemaah, bersama para tokoh agama hingga warga desa, dengan protokol kesehatan ketat, tahlil dan kalimat-kalimat thayyibah dialunkan dari balai desa. Mereka mendoakan Presiden RI pertama, Ir Soekarno, yang tak lain adalah perumus Pancasila. Hadir pula Ketua DPRD Banyuwangi I Made Cahya Negara dan Sekretaris Daerah Mujiono.

Usai tahlil, Ipuk bersama warga menyanyikan Lagu Indonesia Raya, membacakan teks Pancasila, dan berselawat. Mereka kemudian memakan tumpeng bersama.

Ipuk mengatakan, peringatan Hari Lahir Pancasila digelar bersama warga di balai desa, karena Bung Karno merumuskan Pancasila yang digali dari tradisi dan kearifan rakyat Indonesia. Salah satunya adalah gotong royong yang disebut sebagai intisari Pancasila. Itu pula yang membuat Ipuk menjadikan desa salah satu prioritas dalam program kerjanya.

Sejak dilantik menjadi bupati pada 26 Februari lalu, Ipuk aktif berkantor di desa. Ipuk berkeliling dan berkantor di desa seharian untuk membantu mengurai urusan warga.

"Kita bagi urusan warga dalam dua kluster. Pertama, yang bisa dapat solusi cepat, dalam jangka pendek. Seperti urusan dokumen, anak putus sekolah, orang sakit, izin usaha UMKM, bantuan warung naik kelas, bantuan pupuk untuk petani, kesehatan hewan ternak, dan sebagainya. Kedua, kluster urusan yang butuh solusi jangka menengah-panjang, terutama soal infrastruktur," jelas Ipuk kepada detikcom, Senin (31/5/2021).

"Dengan berkantor di desa, kita ingin mengaplikasikan spirit yang digelorakan Bung Karno dalam membangun bangsa ini. Yakni gotong royong yang merupakan budaya warga desa," imbuh bupati perempuan itu.

Ipuk mengatakan, sebagai pemimpin memiliki tanggung jawab untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila. "Program-program kami berlandaskan Pancasila. Visi-misi kami juga berada di jalur Pancasila, seperti memberikan dukungan kepada ekonomi arus bawah melalui program bantuan alat usaha, bantuan warung, program UMKM Naik Kelas, bantuan untuk anak-anak kurang mampu, untuk petani, nelayan, dan sebagainya," kata Ipuk.

Ipuk mengatakan, Bulan Juni adalah salah satu tonggak bersejarah bagi Indonesia. Pada 1 Juni 1945, bertepatan dengan pidato Bung Karno di depan sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia.

"Bapak Bangsa kita itu menyampaikan rumusan dasar negara, Pancasila, yang beliau gali dari kearifan rakyat Indonesia. Pidato 1 Juni 1945 itulah yang kini kita kenal sebagai Hari Lahir Pancasila. Pada Bulan Juni pula Bung Karno lahir yaitu 6 Juni, dan pada Bulan Juni juga Bung Karno wafat yaitu 21 Juni yang meninggalkan kesedihan mendalam bagi rakyat Indonesia," kata Ipuk.