Pasien COVID-19 di RSLI Naik 250% Pascalebaran, Paling Banyak ART

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Senin, 31 Mei 2021 18:47 WIB
Rumah Sakit Darurat Indrapura Rawat 34 TKI Positif COVID-19  

Hilda Meilisa Rinanda

Surabaya - Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) kini tengah merawat 34 Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang terkonfirmasi positif COVID-19. Sebelumnya, para TKI ini sempat diswab saat hendak dikarantina di Asrama Haji Sukolilo Surabaya.

Rinciannya, tadi malam ada delapan PMI yang masuk RSLI. Sedangkan sore ini ada 26 orang PMI yang dinyatakan positif terpapar COVID-19.

Mereka berasal dari Malaysia, Hongkong, Singapura dan Brunei Darussalam. TKI yang positif dalam seminggu terakhir ini berasal dari wilayah Asia Tenggara, sedangkan yang dari timur tengah diperkirakan akan masuk dalam seminggu ke depan.

Ketua Pelaksanan Relawan PPKPC-RSLI Radian Jadid menyebut total TKI yang dirawat di RSLI ada 34 pasien. Rincirannya 17 pasien laki-laki dan 17 pasien perempuan.

Sedangkan asal para TKI juga beragam, lebih dari setengah berasal dari Madura, yakni dari Sampang, Pamekasan, Bangkalan dan Sumenep. Lalu, ada pula dari Jember, Probolinggo, Ponorogo, Pacitan, Sidoarjo dan satu orang dari Kendal, Jawa Tengah. 

Sementara itu, Kepala RSLI Kogabwilhan II Surabaya, Laksamana Pertama dr I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara mengatakan para TKI yang positif ini akan menjadi perhatian serius. Karena berpotensi menjadi perantara mutasi COVID-19 varian baru. 

Nalendra mengatakan pihaknya juga berkaca pada kondisi tsunami COVID-19 di India. Untuk itu, Nalendra tak ingin kecolongan. Segala langkah antisipasif dan monitoring ketat akan dilakukan pada penderita COVID-19 yang berasal dari PMI.
Rumah Sakit Lapangan Indrapura/Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya -

Pascalebaran, pasien COVID-19 yang dirawat di Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya naik hingga 250%. Sejumlah pasien umum yang masuk disebut berasal dari para ART atau Asisten Rumah Tangga.

Ketua Pelaksana Program Pendampingan Keluarga Pasien COVID-19 RSLI Radian Jadid mengatakan, para ART ini diketahui positif COVID-19 saat melakukan tes swab PCR, ketika kembali ke majikannya di Surabaya usai pulang kampung.

Jadid memaparkan, saat ini pihaknya merawat 42 pasien umum atau lokal. Dalam data seminggu sebelum Idul Fitri, jumlah rata-rata pasien umum sebanyak 18 orang. Bahkan, di pekan pertama Lebaran, pasien sempat mengalami penurunan menjadi rata-rata 13 orang.

Namun meningkat lagi pada pekan kedua pascalebaran menjadi 23 orang. Lalu naik menjadi rata-rata 34 orang pada pekan ketiga pascalebaran.

Selain merawat pasien ART, Jadid mengatakan, pasien umum di RSLI juga berasal dari berbagai klaster.

"Juga masih adanya klaster keluarga, serta klaster tempat kerja perusahaan atau industri dan riwayat perjalanan luar kota atau daerah," kata Jadid di Surabaya, Senin (31/5/2021).

Untuk itu Jadid mengingatkan, selama pandemi belum berakhir, masyarakat baiknya tetap menjalankan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah.

"Hindari kerumunan dan makan bersama tanpa jarak, serta segera ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala-gejala awal COVID-19. Jangan sampai terlambat dalam penanganan COVID-19 karena bila masuk RS dengan gejala berat, maka peluang untuk kesembuhan akan semakin berkurang," pungkas Jadid.

(sun/bdh)