Waspadai Gelombang Tinggi di Perairan Jatim Hingga 2 Hari ke Depan

Hilda Meilisa - detikNews
Kamis, 27 Mei 2021 12:12 WIB
Nelayan duduk menatap ombak di pinggiran Pantai Pondok Perasi Ampenan, Mataram, NTB, Rabu (16/12/2020). Sebagian besar nelayan di daerah tersebut tidak melaut karena imbauan BMKG Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid, yang menyatakan kondisi cuaca NTB untuk tiga hari ke depan berpotensi terjadi gelombang tinggi yang mencapai 1 hingga 2 meter atau lebih di perairan selat Lombok bagian utara dan selatan. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/foc.
Ilustrasi gelombang tinggi (Foto: ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI)
Surabaya -

BMKG Klas II Maritim Tanjung Perak Surabaya mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang melanda perairan Jawa Timur. Peringatan gelombang tinggi ini mulai hari ini (27/5) hingga Sabtu (29/5).

Prakirawan BMKG Maritim Tanjung Perak Ratih Cintya Dewi memaparkan pola angin di wilayah Indonesia bagian utara pada umumnya bergerak dari Selatan menuju Barat dengan kecepatan angin berkisar 5-25 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari Timur ke Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 5-25 knot.

"Kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan Pulau Simeulue hingga Nias, Perairan Kepulauan Babar sampai Kepulauan Aru, Laut Banda dan Laut Arafur," kata Ratih dalam siaran pers yang diterima detikcom di Surabaya, Kamis (27/5/2021).

Untuk itu, Ratih mengimbau masyarakat di pesisir hingga para nelayan senantiasa meningkatkan kewaspadaan. Ratih menyebut nelayan diharap memperhatikan risiko keselamatan pelayaran.

Pertama, perahu nelayan harus berhati-hati dengan kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter, kapal tongkang diharap berhati-hati dengan kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter.

Lalu, kapal fiber diharap menghindari kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,0 meter, kapal ferry untuk Kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 meter, dan kapal besar diharap berhati-hati untuk kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 meter.

"Hati-hati karena keberadaan awan cumulonimbus (Cb) yang luas dan gelap bisa menambah kecepatan angin dan tinggi gelombang," tambahnya.

Wilayah tinggi gelombang 1,25 hingga 2,5 meter atau gelombang sedang dapat terjadi di:

• Perairan Kalteng bagian timur
• Perairan Tuban-Lamongan
• Laut Jawa utara Bawean
• Laut Jawa selatan Bawean
• Perairan Utara Madura
• Laut Jawa barat Masalembo
• Perairan Kepulauan Kangean
• Laut Jawa timur Masalembo

Tinggi gelombang 2,5 hingga 4 meter atau gelombang tinggi dapat terjadi di:

• Perairan selatan Jatim
• Samudera Hindia selatan Jatim

(hil/iwd)