Korban Arisan Lebaran Rp 1 M Ingin Uang Kembali, Polisi Telusuri Aset Tersangka

Enggran Eko Budianto - detikNews
Selasa, 25 Mei 2021 18:39 WIB
Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo
Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo (Foto: Enggran Eko Budianto)

Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo menjelaskan saat ini pihaknya masih menelusuri aset-aset yang dibeli tersangka menggunakan uang para peserta arisan. Selanjutnya, aset-aset yang terbukti hasil kejahatan akan disita sebagai barang bukti.

"Nanti keputusan terhadap barang-barang itu akan ditentukan di pengadilan. Putusan pengadilan itu ada ini dikembalikan ke siapa, ini dirampas oleh negara," terangnya.

Sejauh ini, lanjut Andaru, pihaknya baru menyita mobil Toyota Avanza hitam nopol S 1481 NI, pikap Mitsubishi Colt T nopol S 8587 RA, uang Rp 2,1 juta, 3 buku tabungan dan 1 kartu ATM.

"Keterangan tersangka dia menggunakan uang para korban untuk membeli barang-barang itu selain untuk membayar utang," ungkapnya.

Polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan aliran uang para korban untuk membangun sebagian rumah tersangka di Desa Kembangsri. Begitu juga tiga rekening bank milik Mia. Tersangka mengaku membangun bagian belakang rumahnya menggunakan uang arisan Rp 450 juta tahun 2018.

"Itu (rumah tersangka) sekarang belum disita. Kami harus memastikan aliran dana ke situ dari hasil kejahatan, masih dalam kajian keterkaitannya dengan pidana ini," tandas Andaru.

Mia menggelar arisan lebaran sejak 2014. Selama 6 kali lebaran, ia mampu mengembalikan arisan ke para peserta beserta bonusnya sesuai paket yang diikuti. Istri Khoirul Zaini ini mulai kesulitan keuangan setelah menggunakan uang para korban untuk membangun rumahnya tahun 2018.

Akibatnya, Mia harus meminjam uang ke orang lain dengan bunga 10 persen, serta menggadaikan 2 BPKB mobil, 8 BPKB sepeda motor, serta 3 sertifikat rumah milik saudaranya ke bank. Pinjaman dengan jaminan 3 sertifikat rumah saja mencapai Rp 650 juta. Setiap bulan, kewajiban angsuran tersangka Rp 50 juta.


(iwd/iwd)