Kisah Sukses Milenial Lamongan Beternak Kambing Etawa

Eko Sudjarwo - detikNews
Selasa, 25 Mei 2021 13:40 WIB
Muda berdaya. Seorang milenial di Lamongan memulai usaha peternakan kambing etawa dengan bekal 4 kambing. Kambingnya ia pasarkan melalui media sosial.
Peternakan kambing etawa di Lamongan/Foto: Eko Sudjarwo/detikcom
Lamongan - Muda berdaya. Seorang milenial di Lamongan memulai usaha peternakan kambing etawa dengan bekal 4 kambing. Kambingnya ia pasarkan melalui media sosial.

Peternak muda Lamongan ini yakni Kafa Thontowi dari Desa Sumurgayam, Kecamatan Paciran. Ia mulai usahanya pada 2017. Kini peternakan kambing miliknya mulai berkembang. Kafa tidak hanya beternak kambing, tapi juga Sapi.

"Dulu modal awal saya 4 ekor kambing pada 2017 lalu, Mas," kata Kafa mengawali perbincangan dengan wartawan, Selasa (25/5/2021).

Dibantu ayahnya, kala itu Kafa mencoba beternak kambing etawa tersebut, bukan dengan pola makan tradisional. Kafa memberi makan kambing ternaknya dengan pakan fermentasi.

Dari 4 ekor kambing etawa itu, peternakan Kafa pun berkembang menjadi puluhan ekor kambing dan juga sapi. "Berbekal pemberian pakan dengan pola fermentasi inilah akhirnya bisa seperti saat ini," ujarnya.

Milenial identik dengan internet. Begitu pula yang dilakukan oleh Kafa untuk memasarkan kambing etawanya.

Kafa memanfaatkan teknologi sebagai ajang atau alat untuk memperkenalkan kambing-kambing hasil ternaknya ke pembeli. Hasil peternakannya itu ia pasarkan melalui media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter dan media-media daring lainnya.

"Untuk penjualan saya menerapkan pola penjualan dengan sistem digital melalui media sosial. Seperti Facebook, Instagram dan grup-grup jual beli ternak lainnya," terang Kafa.

Di media sosial, Kafa mengunggah foto-foto hewan ternaknya lengkap beserta harganya. Melalui foto yang sudah diunggah tersebut, pembeli yang tertarik bisa langsung menghubungi Kafa untuk melanjutkan transaksi jual beli.

Harga kambing etawa milik Kafa juga terbilang terjangkau untuk semua kalangan, yaitu antara Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta untuk kambing anakan dan Rp 4,5 juta hingga Rp 5 juta untuk usia dewasa.

Namun, harga-harga tersebut juga tergantung berat dari kambing yang ia jual. "Penjualan melalui media sosial ini lebih dikenal dan lebih mudah untuk berlanjut ke transaksi," imbuhnya.

Kini, Kafa sudah bisa meraup cuan dari modal awalnya yang hanya 4 ekor kambing. Pembeli hewan ternaknya juga tidak hanya dari Lamongan saja. Kafa bahkan sudah mengirimkan kambing etawa ke tempat-tempat lain. Seperti Jawa Tengah dan Jawa Barat.

"Melalui media sosial, pembeli yang tertarik dengan unggahan saya di media sosial kemudian bisa datang untuk melihat langsung hewan ternaknya bertransaksi," pungkas Kafa. (sun/bdh)