Update Dampak Gempa Blitar M 5,9: 291 Rumah di 8 Daerah Jatim Rusak

Esti Widiyana - detikNews
Minggu, 23 Mei 2021 12:15 WIB
Personel kepolisian mengecek kondisi rumah warga yang rusak pascagempa di Desa Ploso Kecamatan Selopuro, Blitar, Jawa Timur, Jumat (21/5/2021). BPBD setempat masih mendata sejumlah kerusakan bangunan akibat gempa magnitudo 6,2SR yang terjadi sekitar pukul 19.09 WIB dan berpusat di lepas pantai selatan Blitar tersebut. ANTARA FOTO/Irfan Anshori/rwa.
Rumah rusak di Blitar/Foto: ANTARA FOTO/IRFAN ANSHORI
Surabaya -

Gempa M 5,9 mengguncang Blitar pada Jumat (21/5). Ada ratusan rumah di 8 daerah di Jatim yang mengalami kerusakan.

Berdasarkan update data Pusdalops BPBD Jatim hingga Sabtu (22/5) pukul 18.00 WIB, gempa yang terasa di 31 daerah ini telah mengakibatkan 3 orang terluka. Kemudian ada 291 rumah rusak yang tersebar di 8 daerah di Jatim.

"Rumah warga dan 20 fasilitas umum mengalami kerusakan. Dampak kerusakan tersebut tersebar di 8 kabupaten/kota. Dengan rincian, Kabupaten Blitar (144 rumah, 11 fasum), Kabupaten Malang (90 rumah, 5 fasum), Kabupaten Pasuruan (29 rumah, 3 fasum), Lumajang (19 rumah), Jember (1 fasum), Kabupaten Kediri (3 rumah), Kota Malang (1 rumah) dan Kota Blitar (4 rumah rusak)," kata Plt Kalaksa BPBD Jatim Yanuar Rahmadi, Minggu (23/5/2021).

Lalu ada 3 korban mengalami luka ringan hingga berat. Warga dengan luka berat satu orang dari Kabupaten Blitar. Dua korban luka ringan dari Kabupaten Malang dan Kabupaten Pasuruan.

Berdasarkan data BMKG, gempa tersebut juga diikuti 4 kali gempa susulan. Masing-masing berkekuatan 2,7 SR, 2,9 SR, 3,1 SR dan 2,8 SR.

"Sebagai respons atas kejadian tersebut, Jumat malam, BPBD Jatim langsung memberangkatkan 4 pleton Tim Reaksi Cepat (TRC) yang membawa bantuan logistik ke lokasi gempa. Berupa paket sembako sebanyak 725 paket, makanan siap saji BNPB 40 kardus, terpal 100 lembar, masker kain 15.000 pcs dan masker medis sebanyak 2.000 pcs," jelasnya.

"Selain mengirim bantuan, Tim TRC BPBD juga melakukan assessment terhadap kerusakan dan kebutuhan di lokasi gempa," pungkasnya.

(sun/bdh)