Penyekatan di Suramadu: 34 Pengendara Dirapid Antigen, 2 Reaktif

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Sabtu, 22 Mei 2021 18:51 WIB
penyekatan surabaya
Penyekatan di Cito (Foto: Deny Prastyo Utomo)
Surabaya -

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Forkompinda Kota Surabaya meninjau penyekatan di Suramadu dan juga di Cito. Selain ada pengendara yang di putar balik, petugas juga melakukan tes antigen di lokasi.

Tes antigen dilakukan kepada pengendara selain plat L dan W. Di Suramadu, dari 34 pengendara yang dilakukan tes, ada dua yang reaktif. Sedangkan yang di Bundaran Cito, beberapa pengendara yang tes antigen hasilnya non reaktif semuanya.

Eri mengatakan penyekatan di Surabaya dilakukan untuk mencegah penyebaran COVID-19.

"Jadi salah satu pencegahan kita adalah yang masuk ke Kota Surabaya kita tahan. Kita cek dulu, tadi ada plat nomor B, plat nomor AE yang harus dihentikan dulu semuanya akan dicek," kata Eri kepada wartawan usai meninjau penyekatan di Suramadu dan Bundaran Cito, Sabtu (22/5/2021).

"Ada total sekitar seribu alat yang kita siapkan, dari 34 (yang dites hari ini) hanya 2 yang reaktif. Setiap hari kita begini karena ini salah satu upaya kita untuk hijau," ungkap Eri.

Eri menjelaskan 2 pengendara yang hasil tesnya reaktif kemudian dibawa ke rumah sakit lapangan untuk menjalani isolasi.

"Dari 34, ada 2 yang antigennya reaktif sehingga kita bawa ke rumah sakit Indrapura untuk pengecekan lebih lanjut. Karena kan tadi baru dicek antigen, masih ada kemungkinan negatif COVID-19. Tapi kita juga tidak mau ambil risiko jadi kita bawa ke Indrapura sesuai kesepakatan kita dengan provinsi," ungkap Eri.

Meski pengetatan dan penyekatan terkait antisipasi arus balik mudik lebaran 2021 berakhir pada Senin (24/5) mendatang. Pemkot Surabaya akan tetap berkoordinasi dengan Pemprov Jatim untuk tetap melakukan pengecekan, pengendara yang masuk Kota Surabaya tetap harus menunjukkan surat hasil rapid negatif.

"Kalo dari mendagri penyekatan sampai senin depan, tapi kita akan sesuaikan dan koordinasikan lagi dengan dishub dan provinsi. Harapan kita meskipun tidak ada penyekatan, tetapi ketika masuk Surabaya minimal kita tahu lah kalo harus bawa hasil rapidnya," tandas Eri.

(iwd/iwd)