Khofifah Sebut Pesisir Jatim Masuk Ring of Fire, Ini yang Harus Dilakukan

Erliana Riady - detikNews
Sabtu, 22 Mei 2021 15:45 WIB
Blitar -

Gubernur Khofifah Indar Parawansa meninjau lokasi terdampak gempa Blitar M 5,9. Khofifah menyebut pesisir Jatim masuk area ring of fire sehingga mitigasi bencana harus komprehensif dengan dibentuknya Kampung Siaga Bencana (KSB).

Saat meninjau lokasi terdampak di Desa Boro Kecamatan Selorejo, Khofifah memaparkan titik kegempaan menjadi mitigasi lebih komprehensif ke depan dan meningkatkan kewaspadaan semua pihak. Konstruksi bangunan sebaiknya tahan gempa, karena wilayah selatan Jawa, termasuk Jatim berada di area ring of fire. Sehingga, secara bertahap konstruksi memang harus disiapkan tahan gempa.

"Mitigasi yang dilakukan BMKG sudah secara kontinyu dilakukan. Tetapi jika dulu mitigasi dilakukan di Banyuwangi dan Pacitan, tapi ternyata yang terdampak gempa justru wilayah Malang, Lumajang dan sebagian Blitar. Ini artinya, kehadiran Desa Tangguh atau Kampung Siaga Bencana (KSB) sama-sama dibutuhkan supaya ada kewaspadaan dan kemandirian ketika ada titik yang berpotensi terjadi bencana," kata Khofifah di depan wartawan di Blitar, Sabtu (21/5/2021).

Kewaspadaan di setiap KSB, lanjut Khofifah, berbeda menyesuaikan potensi bencana di tiap wilayah. Gubernur Khofifah menilai, KSB ini nantinya akan menciptakan lumbung-lumbung sosial yang disiapkan secara berbeda. Misalnya, di wilayah dengan potensi banjir, akan disiapkan perahu karet. Dan tentu berbeda dengan yang disiapkan pada wilayah dengan potensi gempa, puting beliung dan kebakaran.

"Nanti saya minta tolong, dipetakan kembali KSB tiap wilayah. Agar kita bisa ciptakan kemandirian warga pada setiap potensi bencana yang ada," tandasnya.

Sementara soal bantuan terhadap korban terdampak bencana, menurut KIP sesuai SOP berdasarkan koordinasi dengan Kementerian Sosial dan stake holder lainnya. Pada posisi awal bencana, disiapkan logistik supaya bisa membangkitkan struktur ekonomi warga terdampak.

"Untuk kerusakan ringan hingga berat bisa segera dilaporkan ke BNPB. Namun untuk titik-titik tertentu, bisa kita koordinasikan antara BPBD daerah dengan BPBD Jatim agar bisa disegerakan penanganannya," pungkasnya.

(iwd/iwd)