Remaja Tewas Tenggelam di Pantai Cengkrong yang Ditutup Saat Larangan Mudik

Adhar Muttaqien - detikNews
Kamis, 20 Mei 2021 17:46 WIB
tewas tenggelam di pantai cengkrong
Korban dievakuasi (Foto: Dok. Polsek Watulimo)
Trenggalek -

Seorang remaja asal Tulungagung ditemukan tewas tenggelam saat bermain di muara sungai Pantai Cengkrong Trenggalek. Padahal pantai tersebut ditutup selama larangan mudik.

Korban adalah ASJ (18), warga Desa Suruhanlor, Bandung, Tulungagung. Korban ditemukan tewas tenggelam pada pukul 11.45 WIB. Saat kejadian, korban tengah bermain di muara Sungai Cengkrong.

"Tadi itu sekitar pukul 10.00 WIB, korban dan dua rekannya datang ke Cengkrong. Kemudian mereka bermain di sekitar pancer atau muara sungai," ujar Kapolsek Watulimo AKP Suyono kepada detikcom, Kamis (20/5/2021).

Saat itu dua rekan korban mandi dan bermain di sungai, sedangkan korban hanya bermain di tepi. Setelah dua remaja itu selesai berenang, korban tampak mencoba mendekat di bibir sungai.

"Saat itu korban ditanya rekannya apa bisa berenang kok mendekati sungai, kemudian dijawab tidak bisa dan hanya ingin foto," ujarnya.

Kemudian korban yang hendak berswafoto itu mencoba turun ke air, namun yang bersangkutan justru terperosok dan tenggelam. Sejumlah rekan korban yang ada di lokasi kejadian berusaha memberikan pertolongan.

"Sebetulnya rekan korban ini berusaha menarik, tapi mungkin berat sehingga tidak berhasil. Akhirnya korban tenggelam," imbuh Suyono.

Mengetahui korban hilang, rekan korban meminta bantuan kepada nelayan di Pantai Cengkrong. Namun korban justru ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

"Tadi sudah kami bawa ke Puskesmas Watulimo untuk dilakukan visum luar. Hasilnya tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan," kata Suyono.

Suyono menambahkan, korban dan dua rekannya tersebut diduga nekat masuk ke kawasan Pantai Cengkrong melalui jalur alternatif, sebab akses utama telah ditutup sejak kemarin.

"Sesuai instruksi Presiden, semua tempat wisata ditutup sementara. Termasuk di Pantai Cengkrong ini juga ditutup dan dipasang imbauan. Tapi karena masih ada jalur lain, sehingga mereka menerobos masuk," tandas Suyono.

(iwd/iwd)