Harga Daging Ayam di Surabaya Sempat Naik hingga Rp 50 Ribu Usai Lebaran

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Selasa, 18 Mei 2021 11:15 WIB
Usai Lebaran, harga daging ayam di Surabaya dan Sidoarjo mengalami kenaikan hingga Rp 50 ribu per kilogram. Namun kini, harganya telah kembali normal.
Pedagang daging ayam di Pasar Wonokromo Surabaya/Foto: Istimewa
Surabaya -

Usai Lebaran, harga daging ayam di Surabaya dan Sidoarjo mengalami kenaikan hingga Rp 50 ribu per kilogram. Namun kini, harganya telah kembali normal.

Salah seorang ibu rumah tangga, Asfiani (65) mengaku kaget saat membeli ayam dengan harga Rp 50 ribu per kg. Ani, sapaan akrabnya mengatakan, dirinya hendak membeli ayam untuk opor.

"Sabtu (15/5) kemarin saya beli ayam di pasar sampai Rp 50 ribu. Tapi tadi pagi beli lagi sudah turun jadi Rp 38 ribu," kata Ani kepada detikcom di Surabaya, Selasa (18/5/2021).

Ketua Satgas Pangan Polda Jatim Kombes Farman mengakui, sempat ada kenaikan harga ayam di Surabaya dan sekitarnya. Farman menyebut, penyebab utama kenaikan harga ayam potong yakni tingginya permintaan dibanding dengan suplai ayam potong.

"Lalu, selama libur Hari Raya Idul Fitri, banyak pekerja perusahaan pemotongan ayam yang diliburkan atau libur bergilir. Termasuk para masyarakat yang menyuplai ayam potong di pasar tradisional maupun para pekerjanya juga libur. Walaupun ada yang mau bekerja tetapi mereka minta upah dua kali lipat dari harga normal," papar pria yang juga menjabat sebagai Dirreskrimsus Polda Jatim ini.

Selain itu, Farman mengatakan, kebijakan pemerintah yang melarang masyarakat mudik, membuat permintaan ayam ikut meningkat. "Ada fakta meningkatnya permintaan ayam potong untuk Lebaran tahun ini karena ada kebijakan pemerintah Larangan mudik. Lalu adanya kebijakan pemerintah untuk membatasi penangkaran ayam potong atau cutting HE 10 sampai 20 persen, sebagai respons jatuhnya harga ayam potong pada bulan Februari 2021," ungkap Farman.

"Tak hanya itu, kenaikan harga ayam potong juga karena beberapa bulan terakhir, karena terjadi cuaca ekstrem. Banyak kandang ayam peternak tradisional yang rusak akibat hujan dan angin kencang," imbuhnya.

Farman menyebut, anggota unit 3 Subdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Jatim telah melaksanakan cek harga secara random di beberapa lokasi. Yakni di Pasar Wonokromo Surabaya dan Transmart Ngagel.

"Dari hasil interview pada pedagang ayam di Pasar Wonokromo didapat fakta, harga ayam potong hari Jumat dan Sabtu tanggal 14 dan 15 Mei 2021 memang mencapai Rp 50 ribu per kilogram. Lalu Hari Minggu 16 Mei 2021 turun menjadi Rp 45 ribu dan Senin (17/5) kembali turun menjadi Rp 40 ribu per kilogram," jelas Farman.

Sementara di Trans Mart Ngagel Surabaya, didapat fakta harga daging ayam potong stabil yaitu Rp 35 ribu per kilogram.

"Fakta ini mengindikasikan seiring dengan pascalibur Hari Raya Idul Fitri 1442, dengan kembalinya rutinitas masyarakat, harga ayam potong berangsur kembali normal," pungkasnya.

(sun/bdh)