38 Pengendara Positif COVID-19 dalam Penyekatan Larangan Mudik di Jatim

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Selasa, 18 Mei 2021 10:38 WIB
17 Pemudik yang nekat ingin pulang kampung ke Bojonegoro diamankan tim penyekatan pemudik, di exit Tol Ngawi. Para pemudik berasal dari Bogor. Mereka diamankan dari sebuah mini bus nopol B 7066 TDB.
Penyekatan di Ngawi/Foto: Istimewa (Dok Polres Ngawi)
Surabaya -

Sebanyak 38 pengendara positif COVID-19 saat dilakukan rapid antigen di perbatasan Jatim. Kepala Dinas Kesehatan Jatim dr Herlin Ferliana mengatakan, data ini berdasarkan laporan screening COVID-19 di pos kesehatan dalam rangka kesiapsiagaan Liburan Idul Fitri 1442 H mulai 6 hingga 17 Mei 2021.

Herlin merinci, dari Kota Kediri 9 kasus, Tuban 7 kasus, Ngawi 6 kasus, Malang 4 kasus, Pasuruan 4 kasus, Ponorogo 1 kasus, Kediri 1 kasus, Bondowoso 1 kasus, Sidoarjo 1 kasus, Madiun 1 kasus, Magetan 1 kasus, Lamongan 1 kasus dan Gresik 1 kasus.

"Mereka yang terkonfirmasi positif dibawa ke rumah sakit terdekat atau pun rumah sakit darurat COVID-19 terdekat," kata Herlin di Surabaya, Senin (17/5/2021).

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Nyono mengatakan, jika tak ada larangan mudik 2021, mobilitas mencapai 1,925 juta. Namun dengan adanya larangan mudik ini, prediksi dari Dishub Jatim mencapai 283.943 penumpang.

Nyono mengatakan, diberlakukannya larangan mudik 2021 menekan laju mobilitas masyarakat selama periode 6 hingga 17 Mei. "Namun realisasi hingga saat ini di lapangan mencapai 210.469 penumpang atau setara dengan 10,92 persen," ujar Nyono.

Lebih lanjut Nyono menyampaikan, penyekatan tak berakhir pada Senin (17/5). Karena masih ada periode pengetatan yang berlaku mulai 18 hingga 24 Mei 2021. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk mengawasi perjalanan orang secara teknis.

"Karena pada tanggal tersebut, kembali diberlakukan untuk persyaratan antigen dan PCR dari 2-3 hari menjadi 1 hari," pungkas Nyono.

(sun/bdh)