Libur Lebaran Makin Berseri dengan Bunga Tabebuya Bermekaran di Surabaya

Esti Widiyana - detikNews
Sabtu, 15 Mei 2021 22:12 WIB
Lebaran Makin Berseri Ditambah Bunga Tabebuya Bermekaran di Surabaya
Tabebuya bermekaran di jalanan Surabaya (Foto: Esti Widiyana/detikcom)
Surabaya -

Kota Surabaya semakin cantik pada Lebaran 2021. Pasalnya, bunga Tabebuya berwarna kuning, mulai bermekaran di Kota Pahlawan ini. Tentunya, ini semakin mempercantik jalanan. Yuk kita lihat.

Bunga Tabebuya yang saat ini juga menjadi salah satu ikon Surabaya itu sudah menyebar di berbagai titik di seluruh Kota Surabaya. Terutama di pinggir jalan protokol. Bahkan, yang mekar saat ini rata-rata yang ada di jalan-jalan protokol, sehingga menambah cantik jalanan Surabaya di saat momen lebaran kali ini.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Pemkot Surabaya Anna Fajriatin mengatakan, Bunga Tabebuya itu biasanya mekar pada saat cuaca panas. Sehingga mulai sebelum lebaran hingga saat ini, bunga tersebut sudah mulai bermekaran. Jika terkena angin, bunga itu akan rontok dan yang lain akan mekar lagi.

"Uniknya, yang mekar kali ini rata-rata Bunga Tabebuya yang berwarna kuning, padahal spesiesnya ada putih dan pink juga," kata Anna, Sabtu (15/5/2021).

Menurutnya, hampir semua jalanan Surabaya sudah ditanami Bunga Tabebuya, karena setiap rayon di DKRTH melakukan penanaman Tabebuya.

Lebaran Makin Berseri Ditambah Bunga Tabebuya Bermekaran di SurabayaLebaran Makin Berseri dengan Bunga Tabebuya Bermekaran/ Foto: Esti Widiyana

"Jadi jumlahnya sudah sangat banyak se-Surabaya. Tiap tahun jumlahnya terus diperbanyak. Pada tahun 2020, total Tabebuya yang keluar atau yang ditanam lebih dari 1.000 batang. Kemudian tahun 2021 hingga bulan ini, jumlah Tabebuya yang keluar atau yang ditanam sudah lebih dari 500 batang. Kalau untuk spesiesnya memang ada tiga, yaitu kuning, pink dan putih," jelasnya.

Ia mengatakan Kota Surabaya memilih tanaman Tabebuya karena dari segi kualitas bunganya memang menarik, dan pohonnya cepat tumbuh besar. Di sisi lain, tanaman tersebut tetap tumbuh dengan baik di iklim apapun. Untuk perawatan tidak sulit, empat bulan sekali diberi pupuk.

"Untuk kegiatan perawatan, hanya melakukan penyiraman dan memberikan pupuk secara reguler. Pupuk yang digunakan adalah pupuk organik yang dihasilkan dari proses pengomposan sampah. Dari kegiatan perantingan pohon, kita manfaatkan untuk kompos. Untuk tanaman-tanaman yang ada di taman, kita sudah kurangi penggunaan pupuk kimia, beralih ke organik," ujarnya.

Karena Tabebuya di Surabaya sudah semakin banyak, Anna juga berharap kepada warga untuk bersama-sama menjaga tanaman tersebut. Bahkan, jika ada oknum yang usil, misalnya menancapkan paku di tanaman tersebut, diminta untuk langsung melaporkan kepada jajaran DKRTH.

"Supaya paku yang ditancapkan itu segera dicabut. Sebab, bagaimana pun juga, mereka ini adalah makhluk hidup yang harus kita jaga bersama," pungkasnya.

(fat/fat)