7 Kades Terjaring OTT Bersama Bupati Nganjuk, Pelantikan Perangkat Desa Ditunda

Sugeng Harianto - detikNews
Selasa, 11 Mei 2021 17:01 WIB
salah satu kantor kades ada karangan bunga ucapan selamat
Kantor desa dapat karangan bunga (Foto: Sugeng Harianto/detikcom)
Nganjuk -

Buntut Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat terjaring OTT KPK menyeret 7 kades dan 4 camat. Akibatnya, pelantikan perangkat desa hari ini ditunda.

"Betul pelantikan semua perangkat desa ditunda," ujar Sekda Kabupaten Nganjuk Mokhamad Yasin singkat saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (11/5/2021).

Namun, jelas dia, dirinya belum mengetahui kapan jadwal pelantikan perangkat desa itu akan dilakukan.

Sementara Wabup Nganjuk Djumadi Marhaen membenarkan belum mengetahui kapan jadwal pelantikan perangkat desa dilakukan. Penundaan pelantikan perangkat desa ini, tambah wabup, sudah dibahas bersama forkopimda di Polres Nganjuk, bersamaan dengan pemeriksaan KPK.

"Sudah kemarin rapatnya (Senin/10 Mei) di polres dalam rangka rapat koordinasi forkopimda, berkaitan penundaan pelantikan perangkat desa," tegas Marhaen.

Marhaen mengaku pelantikan perangkat desa seharusnya berlangsung hari ini. "Rencana pelantikan dilakukan di lokasi desanya masing-masing. Tapi kita undur nggih, yang melantik rencananya kades masing-masing," tandasnya.

KPK melakukan OTT pada Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat pada Minggu (9/5) malam. OTT Bupati Nganjuk diduga menerima suap jual-beli jabatan. Uang ratusan juta rupiah disita tim KPK dalam OTT yang bekerja sama dengan Bareskrim Polri.

Selain Bupati Novi, ada 3 camat dan 7 kepala desa yang juga turut diamankan. Pihak KPK dan Bareskrim Mabes Polri masih melakukan pemeriksaan di Polres Nganjuk. Sejumlah ruangan di Pemkab Nganjuk juga disegel. Sedangkan beberapa pejabat terkait juga ikut diperiksa di Polres Nganjuk.

(fat/fat)