Round-Up

Saat Bupati Nganjuk Diciduk KPK Jual-Beli Jabatan Mulai Rp 10-Rp 150 Juta

Tim Detikcom - detikNews
Selasa, 11 Mei 2021 07:13 WIB
Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat
Foto: Istimewa (Dok Pemkab Nganjuk)
Surabaya -

Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat menjadi tersangka kasus dugaan suap jual beli jabatan. Tak ada yang menyangka, sosok orang terkaya di Nganjuk ini terkena OTT yang dilakukan KPK dan Bareskrim Mabes Polri.

Sebagai bupati, Novi dikenal sebagai orang yang tajir dengan harta Rp 116 miliar, tetapi masih melakukan korupsi. Warga Nganjuk jelas banyak menyayangkan apa yang dilakukan Bupati Novi.

"Pripun nggih, Eman wong sugih (Gimana ya, sayang orang kaya) kok sampai gitu," ujar Panggung (60), salah satu warga warga Desa Begadung, Nganjuk, kepada detikcom di tempat kerjanya sebagai penjaga parkir sepeda motor di Terminal Nganjuk, Senin (10/5/2021).

Panggung mengaku dirinya heran dan menyayangkan OTT Bupati Nganjuk karena tidak merasa cukup dengan jabatannya. "Kok ndak eman (sayang) nanti kalau mau maju lagi gimana," tandasnya.

Dalam catatannya Bupati Nganjuk masa bakti 2018-2023 merupakan orang terkaya di kota angin. Di usianya yang ke-41 tahun, Novi dikenal memiliki 36 perusahaan serta 120 Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Tak tanggung-tanggung, bupati muda ini memiliki 40 ribu karyawan.

"Punya 36 perusahaan 120 BPR dengan jumlah karyawan sekitar 40 ribu," ujar salah satu anggota DPRD Nganjuk yang tidak mau disebut namanya kepada detikcom, Senin (10/5/2021).

Perusahaan dan BPR milik bupati kelahiran Nganjuk ini tersebar di berbagai kota di Indonesia. Selain itu, Bupati Novi juga memiliki beberapa SPBU di Nganjuk dan Ponorogo. Sebelum terjun di dunia politik, ia merupakan wiraswasta yang menangani bidang properti dan keuangan. Dia memiliki tambang nikel dan batubara.

Lulusan S1 FISIP Universitas Islam Balitar tahun 2005 dan S2 Studi Magister Manajemen, Program Pascasarjana Universitas Islam Kadiri tahun 2006 meneruskan sepak terjang ayahnya yang menjadi pengusaha hasil bumi, ternak dan jasa perdagangan.

Rahman mempunyai harta bergerak lain yang nilainya Rp 1,21 miliar. Dia juga mempunyai surat berharga senilai Rp 32.201.677.364 (Rp 32 miliar).

Simak video 'Duduk Perkara Bupati Nganjuk Kena OTT KPK Hingga Ditetapkan Tersangka':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2