Menang Pilbup Nganjuk 2018, Novi Diusung PDIP, PKB dan Hanura

Faiq Azmi - detikNews
Senin, 10 Mei 2021 16:45 WIB
Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat
Foto: Istimewa (Dok Pemkab Nganjuk)
Surabaya -

Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat terkena OTT KPK. Uang ratusan juta rupiah disita KPK. OTT Bupati Nganjuk ini diduga menerima suap terkait jual-beli jabatan di wilayahnya. Novi merupakan Bupati Nganjuk dengan masa bakti 2018-2023.

Pada Pilbup Nganjuk 2018, Novi berpasangan dengan Marhaen Djumadi. Pasangan ini diusung tiga partai yakni PKB, PDIP dan Hanura.

PKB pada Pileg 2014 lalu di Nganjuk mendapat 6 kursi. Lalu PDIP meraih 11 kursi, dan Hanura 3 kursi. Total pasangan ini diusung kekuatan 20 kursi dari 45 total kursi di DPRD Nganjuk.

Bendahara PKB Jatim Fauzan Fuadi membenarkan, Novi-Marhaen diusung PKB pada Pilbup Nganjuk 2018 lalu. "Yang mengusung saat itu kita (PKB), PDIP dan Hanura," ujarnya.

Novi-Marhaen mendapat nomor urut satu. Pasangan ini meraih suara 303.195 mengalahkan dua paslon lainnya yakni Siti Nurhayati-Bimantoro Wiyono (nomor urut 2) yang mendapatkan 194.310 suara dan paslon Desy Natalia Widya-Ainul Yakin (nomor urut 3) yang meraup 56.515 suara.

Perolehan kursi tiga partai yang mengusung Novi-Marhaen ini, pada Pileg 2019 melesat. Dari awalnya PDIP meraih 11 kursi menjadi 13 kursi. Kemudian PKB dari 6 kursi menjadi 9 kursi. Dan Hanura dari 3 kursi menjadi 6 kursi.

PDIP sendiri menjadi juara umum di Nganjuk dengan 13 kursi. Sedangkan PKB menjadi runner up dengan 9 kursi. Hanura sendiri bertengger di posisi tiga bersama Gerindra dengan 6 kursi.

(fat/fat)