Jual dan Olah Telur Infertil, Dua Warga Pasuruan Diamankan

Muhajir Arifin - detikNews
Minggu, 09 Mei 2021 21:27 WIB
telur infertil
Dua penjual telur infertil diamankan (Foto: Muhajir Arifin)
Pasuruan -

Polisi membongkar kejahatan pangan di Pasuruan. Kali ini dua orang diamankan karena memperdagangkan telur infertil untuk bahan makanan ringan.

Dua orang yang diamankan adalah warga Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan. Mereka adalah Syamsul Arifin (31), warga Desa Sambisirah dan Ikrom (42) warga Desa Kluwut.

Keduanya melakukan proses produksi telur infertil yang selanjutnya dijual sebagai bahan baku makanan ringan. Proses produksi di salah satu rumah di Desa Pacarkeling, Kecamatan Kejayan.

"Mereka melakukan proses produksi telur infertil yang selanjutnya dijual sebagai bahan baku makanan ringan," kata Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan, Minggu (9/5/2021).

Telur infertil sendiri adalah telur yang tidak berhasil menjadi ayam dalam proses pengeraman atau juga disebut telur buangan. Dan telur infertil tidak untuk dikonsumsi karena mengandung e-coli dan salmonella. Karena bakteri itulah telur infertil cepat membusuk.

Kedua tersangka membeli telur infertil dari sebuah perusahaan penetasan telur ayam. Sekali pembelian mencapai 1,5-2 kuintal. Telur yang masih utuh mereka jual dalam tray dan dipasarkan di pasar-pasar tradisional. Sementara telur yang retak atau pecah mereka tampung dan dijual secara curah ke perusahaan pembuat roti atau snack.

Sebelum mengamankan kedua tersangka, polisi menggagalkan pengiriman 5 drum telur infertil dengan pikap. Sopir pikap mengaku mengambil barang tersebut atas suruhan Syamsul Arifin atas nama Ikrom.

"Atas dasar itu, Syamsul Arifin dan Ikrom diamankan," terang Rofiq.

Petugas juga mengamankan 1.150 telur ayam diduga infertil, 25 bungkus cairan telur ayam diduga infertil, dan berbagai peralatan produksi.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat pasal 62 ayat 1 jo pasal 8 ayat 2 UURI nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen.

"Bahan-bahan yang diolah diduga ada kandungan bakteri e coli yang berbahaya bagi tubuh," pungkas Rofiq.

Lihat juga Video: Telur Infertil Beredar, Pemerintah Beri Jaminan Keamanan Konsumen

[Gambas:Video 20detik]



(iwd/iwd)