Telah Bantu 20.000 Pelajar, Kini Banyuwangi Luncurkan Sekolah Asuh Sekolah

Ardian Fanani - detikNews
Minggu, 09 Mei 2021 19:45 WIB
bupati ipuk
Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi -

Gerakan solidaritas antar siswa di Banyuwangi, Siswa Asuh Sebaya (SAS), semakin dirasakan manfaatnya. Gerakan tersebut kini semakin meluas jangkauannya. Tidak hanya membantu antar siswa di dalam sekolah, namun meluas antar sekolah.

Jika dulu dikenal dengan Siswa Asuh Sebaya, kini gerakan membangun kepedulian antar pelajar di Banyuwangi itu kini diperluas menjadi Sekolah Asuh Sekolah (SAS). Gerakan tersebut diluncurkan oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dari SDN 1 Lateng, Kecamatan Banyuwangi, Sabtu (8/5/2021).

Bupati Ipuk menjelaskan, program Sekolah Asuh Sekolah adalah peningkatan dari program Siswa Asuh Sebaya. Lewat program Sekolah Asuh Sekolah, Ipuk berharap dapat meningkatkan solidaritas antar sekolah. Sekolah-sekolah yang memiliki kelebihan, baik dari sisi anggaran, fasilitas, maupun kapasitas, diharapkan bisa mengasuh sekolah lain yang memang membutuhkan pendampingan.

"Lewat program ini, saya harapkan setiap sekolah bisa saling bersinergi. Misalnya, jika ada sekolah memiliki kelebihan komputer, bisa diberikan ke sekolah lain yang masih kekurangan komputer," kata Ipuk kepada detikcom, Minggu (9/5/2021).

"Demikian pula dari sisi kompetensi dan sistem, sekolah yang lebih maju harus mendampingi sekolah lain untuk melakukan transformasi. Ini adalah salah satu strategi menjawab masalah pemerataan kualitas pendidikan," imbuh Ipuk.

Siswa Asuh Sebaya (SAS) sendiri merupakan program mengumpulkan dana sukarela dari siswa mampu, lalu diberikan untuk rekannya dari keluarga kurang mampu. Setiap pekan pelajar dari keluarga mampu rutin menyisihkan uang sakunya lalu dikumpulkan untuk diberikan kepada siswa yang kurang mampu di sekolahnya.

Data dari Dinas Pendidikan menyebutkan total yang berhasil dikumpulkan siswa dari menyisihkan uang jajannya sejak 2011 mencapai Rp 21,297 miiar. Dan berhasil membantu 20.000 siswa kurang mampu.

Bantuan ada yang berupa beasiswa, alat dan modul pembelajaran, tas, sepeda, sepatu, maupun uang saku untuk transportasi. Ada juga handphone dan pulsa internet untuk belajar daring.

Selanjutnya
Halaman
1 2