Kasus ART Disetrika-Disuruh Makan Kotoran Kucing, Polisi Periksa 4 Saksi

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Minggu, 09 Mei 2021 16:04 WIB
Asisten rumah tangga (ART) di Surabaya, EAS (45) menjadi korban penganiayaan majikan. Selain mengalami kekerasan fisik, EAS juga disuruh makan kotoran kucing.
EAS, ART yang dianiaya majikan (Foto: Esti Widiyana/detikcom)
Surabaya -

Polisi terus mendalami dugaan kasus penganiayaan terhadap EAS (45) asisten rumah tangga (ART) di Surabaya. EAS diduga menjadi korban penganiayaan oleh majikannya.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Oki Ahadian mengatakan saat ini korban dugaan kasus penganiayaan tersebut tengah dirawat di RS Bhayangkara dan dilakukan visum.

"Sekarang dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara," kata Oki kepada detikcom, Minggu (9/5/2021).

Oki mengatakan saat ini pihaknya melakukan upaya penyelidikan terkait dugaan kasus penganiayaan terhadap ART tersebut.

"Kita mengumpulkan alat bukti yang kuat dengan keterangan saksi-saksi," ujar Oki.

Selain itu, pihak kepolisian juga akan melakukan visum di rumah sakit Bhayangkara Polda Jatim kepada EAS yang diduga menjadi korban penganiayaan.

"Kita kan belum tahu juga, apakah penganiayaan itu apakah betul-betul dari situ (rumah majikan), apakah luka-luka yang di badannya itu apakah murni dari situ. Nah itu (hasil) visum yang akan membuktikan," ungkap Oki.

Setelah laporan kepolisian telah diterbitkan, pihak kepolisian sudah meminta keterangan empat orang saksi, terkait kasus dugaan penganiayaan seorang ART di Surabaya yang sempat dibawa ke Liponsos Keputih.

"Ada empat orang saksi. Iya dari Liponsos. Liponsos yang melaporkan," ungkap Oki.

Tonton juga Video: Papasan dengan Desiree Tarigan, ART Ngaku Masih Ada Trauma

[Gambas:Video 20detik]



(iwd/iwd)