Terbukti Bukan Pemudik, 9 Pekerja Bangunan Ini Bisa Pulang ke Kediri

Andhika Dwi - detikNews
Minggu, 09 Mei 2021 02:30 WIB
Sembilan pekerja bangunan ini bisa pulang ke Kediri, setelah polisi percaya kalau mereka bukan pemudik. Namun mereka tetap rapid antigen.
Penyekatan di Kediri/Foto: Andhika Dwi/detikcom
Kediri -

Sembilan pekerja bangunan ini bisa pulang ke Kediri, setelah petugas penyekatan percaya kalau mereka bukan pemudik. Namun mereka tetap rapid antigen.

Rapid antigen tersebut disaksikan Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono, bersama dengan Dandim 0809 Kediri Letkol Inf Rully Eko Suryawan dan juga Dokkes Polres Kediri.

"Kita lakukan pemeriksaan kendaraan terhadap pengguna jalan yang kebetulan melintas dari luar Kediri dan akan masuk. Hasilnya tadi ditemukan 9 orang pulang pekerja bangunan dari Surabaya. Karena tidak membawa surat keterangan sehat dan tes antigen," ucap AKBP Lukman, Sabtu (8/5/2021).

"Akhirnya kami rapid antigen dan alhamdulillah hasilnya non reaktif COVID-19. Mereka juga tidak mudik tapi pulang kerja setiap akhir pekan. Kami izinkan karena hasil tes negatif," imbuhnya.

Kasat Lantas Polres Kediri AKP Bobby Muhammad Zulfikar menambahkan, pengecekan ini sebagai bentuk antisipasi adanya kemacetan kendaraan. Selain itu juga termasuk melakukan pemeriksaan secara selektif terhadap pengguna jalan.

"Anggota memeriksa dengan ketat pada kendaraan yang diduga akan digunakan mudik ataupun tidak ada keperluan lain, yang melintas. Namun jika tujuannya bekerja, surat tugas, berobat, maupun mengalami kedukaan maka tetap diperbolehkan melanjutkan perjalanan. Tadi juga ada beberapa mobil yang terpaksa diputar balik karena tidak jelas keperluan dan identitasnya," jelas AKP Bobby.

Mustakin (50), salah seorang pekerja bangunan yang menjalani rapid antigen mengaku terpaksa pulang. Sebab setiap akhir pekan, ia dan 8 orang temannya biasa pulang ke Kediri.

"Biasanya kami pulang setiap akhir pekan, dan tidak ada apa-apa, tapi mungkin karena kebetulan ini adalah musim penyekatan akhirnya kami tadi kena swab antigen dan diperiksa KTP. Kami tidak mudik kami masih bekerja," ucap Mustakin.

Pantauan di Pos Ops Ketupat Semeru Mengkreng, arus lalu lintas mengalami peningkatan volume kendaraan. Mayoritas kendaraan mengangkut sembako dan kebutuhan pokok.

(sun/bdh)