Puncak Kekesalan Satgas soal Kerumunan dalam Vaksinasi COVID-19 di Grand City

Esti Widiyana - detikNews
Sabtu, 08 Mei 2021 23:33 WIB
Sentra Vaksinasi COVID-19 di Grand City akan dievaluasi. Sebab, vaksinasi COVID-19 massal itu kerap menimbulkan kerumunan.
Vaksinasi COVID-19 di Grand City/Foto: Esti Widiyana/detikcom
Surabaya -

Sentra Vaksinasi COVID-19 di Grand City akan dievaluasi. Sebab, vaksinasi COVID-19 massal itu kerap menimbulkan kerumunan.

Wakil Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya Irvan Widyanto mengatakan, vaksinasi massal di Grand City masih berjalan seperti biasa. Namun yang lebih diprioritaskan lansia warga Surabaya.

"Sedangkan yang dari luar Surabaya, sementara ini mungkin bisa dilakukan pengaturan ulang atau penjadwalan ulang melalui daerahnya masing-masing. Jadi, kami minta mereka untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh dulu. Ini harus kita lakukan karena kita sudah berkali-kali memberikan peringatan kepada mereka terkait dengan pelanggaran prokes, tapi tidak ada upaya memperbaiki," kata Irvan kepada wartawan di Grand City, Sabtu (8/5/2021).

Irvan menegaskan, pihaknya tidak mengatakan bahwa panitia vaksinasi tidak mampu. Namun harus tetap memperhatikan protokol kesehatan. Sebab, ada beberapa poin penting dalam pelaksanaan prokes. Yaitu memakai masker dan jaga jarak yang juga sangat penting.

"Nah, kalau ada kerumunan maka harus ditata, sehingga tetap tidak melanggar prokes. Ini sudah kita ingatkan berkali-kali hingga akhirnya kita sepakati, kami memberikan masukan untuk kegiatan ini harus dievaluasi terlebih dahulu secara menyeluruh," tegasnya.

"Bahkan, Pak Wali juga menyampaikan bahwa Presiden itu lho memerintahkan untuk tidak boleh mudik dan otomatis filosifinya kan tidak boleh mengumpulkan orang atau tidak boleh ada kerumunan. Lha, ini kok kita berkerumun. Itu yang dipertanyakan Pak Wali, akhirnya kita putuskan untuk evaluasi dulu," tambahnya.

Irvan menjelaskan, jika sudah ada evaluasi dari pihak penyelenggara, lalu disimulasikan dan berjalan dengan baik, maka ia akan memastikan dan melaporkan kepada Wali Kota Eri Cahyadi. "Jika evaluasi sudah berjalan dan panitia sudah berkomitmen, lalu setelah kita laporkan kepada Pak Wali ternyata beliau menyepakati, maka ya silahkan jalan lagi nanti," ujarnya.

Sementara Sekretaris Tim Sentra Vaksinasi Bersama BUMN Jawa Timur, dr Reni Padma mengatakan, hari ini pihak penyelenggara membuka kuota 1.500 vaksin untuk lansia. Jumlah ini lebih sedikit dibandingkan hari-hari biasanya. Biasanya disediakan kuota hingga 5.009 vial vaksin per harinya.

Terkait kerumunan yang terjadi, ia mengatakan, itu sempat terjadi di luar area vaksinasi. Saat ini, pihak penyelenggara bersama Satgas COVID-19 Surabaya tengah melakukan evaluasi bersama, agar tidak terjadi kerumunan kembali di luar area vaksinasi.

"Kalau hasilnya dari kementerian sentra vaksinasi bersama BUMN sehubungan dengan penutupan sementara penyelenggara dari sentra vaksinasi BUMN berkomitmen melayani warga lansia dan pelayanan publik. Vaksinasi BUMN sudah berjalan normal dan tetap akan melayani vaksinasi untuk masyarakat Surabaya, kami diminta selalu menjalankan prokes dan kami akan menjalankan prokes dan tetap menjalankan vaksinasi untuk peserta. Memang di luar itu ya kalau disini sudah dilihat tidak ada penumpukan di area," pungkasnya.

(sun/bdh)