Mudik Lokal Dilarang, Wisatawan Luar Kota Jangan ke Surabaya Dulu

Esti Widiyana - detikNews
Sabtu, 08 Mei 2021 15:59 WIB
Pemerintah pusat melarang mudik lokal. Maka dari itu, Pemkot Surabaya akan mengawasi wisatawan dari kota sekitar.
Wali Kota Eri Cahyadi/Foto: Esti Widiyana/detikcom
Surabaya -

Pemerintah pusat melarang mudik lokal. Maka dari itu, Pemkot Surabaya mengimbau wisatawan dari kota sekitar tak ke Kota Pahlawan dulu.

Surabaya masuk wilayah aglomerasi Gerbang Kertasusila. Yakni bersama Gresik, Bangkalan, Mojokerto dan Sidoarjo.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, sekarang sudah tidak ada mudik lokal. Pemkot sudah menyepakati hal tersebut dan akan mengawasi tempat wisata. Jika ada pemudik yang nekat masuk ke Surabaya, akan diputar balik.

"Sudah kita sepakati, jadi tetap kalau yang di luar Surabaya nopol mobilnya di luar L tapi warga asli Surabaya kita kasih stiker. Lainnya untuk masuk Surabaya harus kita kembalikan dulu. Kemarin begitu," kata Eri kepada wartawan di Museum Olahraga, Sabtu (8/5/2021).

"Jadi tidak ada istilah mudik lokal. Kalau dulu ada mudik algomerasi sekarang tidak ada lagi. Jadi sementara sampai tanggal 17 tidak boleh ke Kota Surabaya, itu yang disepakati kemarin. Kita menjalankan saja," jelasnya.

Untuk mengantisipasi pemudik yang melanggar aturan, pemkot bersama kepolisian akan menjaga dan membatasi di penyekatan. Jika terlanjur masuk akan diisolasi selama 5 hari

"Dan kita juga kerja sama dengan RW masing-masing semua tempat. Di kelurahan juga disiapkan tempat isolasi mandiri. Kita berusaha maksimal lah," katanya.

Selain bagi para pemudik, kebijakan ini juga berlaku bagi wisatawan dari luar kota yang hendak bertamasya ke Surabaya. Warga luar kota disarankan untuk sementara tidak berwisata ke Kota Pahlawan.

"Iya, jadi kemarin kita sudah sepakati kalau untuk wisata kita sarankan engkok ae (nanti saja), cek ga bingung (biar tidak bingung). Karena kalau sudah masuk bingung," ujarnya.

Akan tetapi, Eri meminta kepada para petugas untuk mensosialisasikannya secara humanis. Artinya tidak langsung menegaskan jika dilarang berwisata.

"Tapi saya sampaikan ke teman-teman sosialisasinya juga harus humanis. Jangan nanti wisata tidak boleh. Tapi memang syarat wisata kemarin diperbolehkan, cuman tidak boleh menginap," pungkasnya.

(sun/bdh)