Sidoarjo Siapkan 100 kamar Karantina Bagi Pemudik Nakal

Suparno - detikNews
Jumat, 07 Mei 2021 13:27 WIB
polresta sidoarjo
Kapolresta Sidoarjo saat mengecek titik penyekatan (Foto: Suparno)
Sidoarjo -

Polisi menyiapkan 100 kamar. Kamar itu akan digunakan untuk mengkarantina pemudik nakal di Sidoarjo.

"Ada sekitar 100 kamar bahkan lebih yang sudah disiapkan sebagai lokasi isolasi bagi pelanggar mudik lebaran di Sidoarjo setelah dilakukan pengecekan mereka positif," ujr Kapolresta Sidoarjo Kombes Sumardji di pos penyekatan simpang tiga Gempol, Jumat (7/5/2021).

Sumardji menjelaskan upaya ini dilakukan untuk meminimalisir penyebaran COVID-19 di Sidoarjo yang saat ini sudah melandai. Pihaknya bersama Forkopimda, berupaya maksimal menjalankan instruksi pemerintah terkait larangan mudik lebaran sebagai upaya pengendalian dan mencegah penyebaran COVID-19.

"Mulai hari pertama sampai saat ini, lebih dari 50 kendaraan diputar balik dikarenakan perjalanannya tanpa tujuan jelas. Yang menjadi prioritas adalah keselamatan pengendara. Yakni dengan mengecek kelengkapan surat berkendara dan mengedukasi masyarakat senantiasa disiplin protokol kesehatan," jelas Sumardji.

Sementara itu Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali mengapresiasi upaya yang dilakukan Polresta Sidoarjo, Kodim 0816 Sidoarjo, dan para stake holder terkait lainnya yang bersama-sama menjalankan instruksi pemerintah sebagai langkah pencegahan penyebaran COVID-19. Dengan membuat pos check point penyekatan mudik dalam Operasi Ketupat Semeru 2021.

"Kami lihat sendiri, petugas telah memahami apa yang harus dilakukan. Ketersediaan ambulans hingga perlengkapan medis juga ada di pos penyekatan. Semua berjalan baik. Dan terpenting petugas harus dapat mengedukasi masyarakat untuk tidak mudik, lebih baik di rumah saja serta jangan lupa disiplin protokol kesehatan," ungkap Bupati Sidoarjo yang akrab disapa Gus Muhdlor ini.

Kegiatan penyekatan ini, kata Gus Muhdlor, bertujuan untuk dapat mengendalikan dan mencegah penyebaran Virus Corona. Hal ini sesuai surat edaran no.13 tahun 2021 tentang peniadaan mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriyah, dan Upaya Pengendalian Penyebaran COVID-19 selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah.

"Kami meminta imbauan pemerintah mengenai larangan mudik di tengah masa pandemi COVID-19 benar dipatuhi masyarakat. Karena sebagaimana kebijakan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, apabila ada warga yang tetap memaksa untuk menerobos mudik, maka akan di tes COVID-19 bila hasilnya positif maka akan di isolasi," tandas Muhdlor.

(iwd/iwd)