Awas! ASN Jangan Nekat Mudik, Khofifah Terjunkan Pemantau di Titik Penyekatan

Faiq Azmi - detikNews
Kamis, 06 Mei 2021 13:47 WIB
gubernur khofifah
Gubernur Khofifah (Foto: Faiq Azmi)
Surabaya -

Larangan mudik dan bepergian keluar kota selama masa libur lebaran wajib dipatuhi ASN di lingkungan Pemprov Jatim. Untuk mengantisipasi ASN tidak mudik, Pemprov Jatim telah menyiapkan tim pemantau larangan mudik ASN di setiap titik penyekatan.

"Secara umum masyarakat telah dilarang untuk melakukan mudik lebaran. Dan bagi ASN ini larangan merupakan penegasan karena ada sanksi yang menyertainya jika dilanggar. Mohon kita bisa sama-sama legowo mematuhi larangan mudik ini," ujar Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Selasa (5/5/2021).

Larangan mudik untuk ASN Pemprov Jatim tercantum dalam SE Gubernur Jatim Nomor 800/2230/204.3/2021 tentang Pembatasan Kegiatan Bepergian Keluar Daerah, Mudik, dan Cuti bagi ASN Pemprov Jatim selama masa pandemi COVID-19, dan selanjutnya dijelaskan secara spesifik dalam SE Sekdaprov Jatim Nomor 800/2625/204.3/2021.

Dalam ketentuannya, ASN maupun PTT-PK (Pegawai Tidak Tetap dengan Perjanjian Kerja) dilarang melakukan kegiatan keluar daerah, mudik maupun cuti mulai tanggal 6-17 Mei 2021. Selama pemberlakuan larangan tersebut, setiap ASN dan PTT-PK wajib absen melalui e-presensi mobile setiap hari. Tak hanya itu, selama libur dan cuti bersama lebaran absen WFH wajib dilakukan hingga tiga kali.

Pemprov Jatim telah membentuk tim pemantauan larangan mudik. Tim Pemantauan Larangan Mudik ASN secara resmi disahkan melalui SK Plh. Sekdaprov Jatim Nomor 800/2327/204.3/2021. Tim pemantau tersebut terdiri dari unsur BKD Jatim, Inspektorat Jatim, Dishub Jatim dan Satpol PP Jatim.

Khofifah menegaskan jika ASN nekat mudik, ancamannya yakni sanksi disiplin tingkat sedang hingga berat. Bagi ASN yang tempat kerjanya berada di luar kota dan pulang pergi (PP) setiap hari, Khofifah meminta agar mereka membekali diri dengan surat keterangan yang ditandatangani oleh kepala OPD masing-masing.

Sebab, tim pemantauan larangan mudik ASN akan melakukan pemeriksaan dokumen tersebut jika terdapat ASN yang teridentifikasi melakukan pergerakan keluar kota.

"Tim pemantau ini akan bergabung di check point penyekatan mudik yang sudah dikoordinasikan dengan pemerintah kabupaten/kota dan Polres setempat. Tim akan aktif terjun ke lapangan mulai tanggal 6-17 Mei 2021," kata Khofifah.

Khofifah menjelaskan pemerintah mengambil langkah ekstra waspada meski penularan COVID-19 terus melandai. Salah satunya dengan melarang aktivitas mudik saat libur lebaran tahun ini. Sebab, pengalaman tahun lalu setiap adanya libur panjang selalu dibarengi dengan peningkatan kasus Corona.

(iwd/iwd)