Tangan Bocah di Jombang Hancur Kena Petasan, Penjualnya Diringkus Polisi

Enggran Eko Budianto - detikNews
Senin, 03 Mei 2021 22:41 WIB
Pergelangan tangan kanan Mochamad Siddiq Rohmatullah (12) hancur terkena ledakan petasan. Pedagang yang menjual petasan ke bocah kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah (MI) itu diringkus polisi.
Barang bukti petasan yang disita dari rumah tersangka/Foto: Istimewa
Jombang -

Pergelangan tangan kanan Mochamad Siddiq Rohmatullah (12) hancur terkena ledakan petasan. Pedagang yang menjual petasan ke bocah kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah (MI) itu diringkus polisi.

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Teguh Setiawan mengatakan, Siddiq bersama 3 teman sekelasnya ternyata membeli petasan di rumah Choirul Anwar (38). Warga Desa Kedungrejo, Kecamatan Megaluh, Jombang itu diringkus di rumahnya pada Minggu (2/5) sekitar pukul 19.00 WIB.

"Tersangka memperjualbelikan petasan selama Ramadhan, salah satunya kepada korban (Siddiq)," kata Teguh kepada detikcom, Senin (3/5/2021).

Benar saja, saat menggeledah rumah Anwar, polisi menemukan ribuan petasan bermacam ukuran. Yaitu 1.700 petasan berdiameter 1,5 cm, 462 petasan diameter 2,5 cm, serta 535 petasan diameter 3 cm.

"Korban bersama teman-temannya membeli 20 petasan diameter 1,5 cm dari tersangka seharga Rp 9.500," terang Teguh.

Akibat perbuatannya, lanjut Teguh, tersangka dijerat dengan Pasal 1 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 51. Hukuman maksimal 20 tahun penjara sudah menantinya. Ternyata Anwar residivis kasus yang sama.

"Tersangka pernah ditangkap Polsek Megaluh karena perkara yang sama tahun 2013," imbuhnya.

Siddiq bersama teman sekelasnya, AR (12), AK (11) dan MIS (11) bermain petasan pada Minggu (2/5) sekitar pukul 10.00 WIB. Keempat bocah kelas 6 MI itu membeli petasan di tempat Anwar. Petasan kecil-kecil itu mereka keluarkan obat dan sumbunya.

Selanjutnya, empat bocah asal Desa Sentul itu merakit sumbu dan bubuk mercon menjadi 3 petasan besar. Yakni dengan diameter sekitar 5 cm dan panjang sekitar 15 cm. Tiga petasan besar itu mereka sulut di jalan persawahan Desa Sentul, Tembelang, Jombang sekitar pukul 10.00 WIB.

Karena petasan ketiga gagal meledak, AR, AK dan MIS memutuskan pulang. Lain halnya dengan Siddiq. Bocah asal Desa Sentul, Tembelang itu justru memeriksa petasan yang gagal meledak tersebut.

Nahas, petasan besar itu meledak saat dipegang korban sekitar pukul 10.30 WIB. Kerasnya ledakan membuat jari-jari, telapak hingga pergelangan tangan kanan Siddiq hancur.

(sun/bdh)