Mudik Dilarang, Pengusaha Rental Mobil di Surabaya Gigit Jari

Esti Widiyana - detikNews
Kamis, 29 Apr 2021 15:45 WIB
rental mobil
Rental mobil merana tak dapatkan pelanggan selama Ramadhan tahun ini (Foto: Esti Widiyana)
Surabaya -

Larangan mudik Lebaran 2021 pada 6-17 Mei membuat gigit jari pelaku transportasi umum. Pasalnya, transportasi umum, khususnya di Jatim dilarang beroperasi. Hal ini pun membuat banyak kerugian, salah satunya pada usaha rental mobil.

Pemilik rental mobil SW Trans, Wisnu Prio Yudo mengatakan sebelum waktu yang ditentukan, sudah banyak yang cancel pesanan. Yakni saat pengetatan mudik diajukan mulai 22 April-24 Mei 2021.

"Waktu dimajukan tanggal 22 April, langsung turun drastis. Mulanya booking jauh-jauh hari, dari sebulan lalu cancel semua. Langsung nggak ada pesanan sama sekali sampai sekarang," kata Wisnu kepada detikcom, Kamis (29/4/2021).

Menurut Wisnu, lebaran tahun ini lebih merugikan bagi pengusaha rental. Berbeda dengan tahun sebelumnya, meski ada larangan mudik tetapi masih ada orderan.

"Tahun lalu masih enak, masih diperbolehkan, masih lumayan. Kalau sekarang sudah pol ruginya, nggak ada yang pesan, cancel semua. Pemerintah harusnya ngasih solusi juga ke usaha rental, gimana. Aturan mendadak diajukan, yang pesan takut sendiri," jelasnya.

Akibatnya, Lebaran tahun ini ia mendapat banyak kerugian. Belum lagi penyewa yang membatalkan, ia harus mengembalikan 50% uang booking.

"Rugi banyak. Total semua kalau jadi nyewa semua sekitar Rp 20 juta. Biasanya ada paket lebaran minim 5 hari, ini nggak ada sama sekali," ujarnya.

Biasanya, Wisnu banyak mendapat penyewa untuk tujuan Jatim, seperti Malang, Madiun, Trenggalek, Ponorogo. Ada pun yang sudah pesan untuk tujuan ke Bali, namun saat pemerintah mengeluarkan larangan mudik, penyewa langsung meng-cancel.

"Ada juga yang pesen ke Bali bahkan pesannya 2 bulan lalu ke Bali untuk H-7 lebaran. Waktu tahu dilarang mudik langsung cancel. Uang booking kembali ke customer 50%. Rugi juga," jelasnya.

Wisnu berharap, adanya kelonggaran bagi pemerintah untuk jasa penyewa mobil maupun transportasi umum lainnya. "Kalau orang-orang mudik nggak diperbolehkan, tapi silaturahmi kemana-mana bisa, ya sama aja," pungkasnya.

(iwd/iwd)