Dirawat di Tiga Lokasi, Jumlah Korban Keracunan Massal di Magetan 60 Orang

Sugeng Harianto - detikNews
Kamis, 29 Apr 2021 15:23 WIB
Puluhan warga Desa Plumpung, Kecamatan Plaosan, Magetan, keracunan massal. Mereka diduga keracunan usai menyantap nasi bungkus untuk hidangan buka bersama di Masjid An-Annur, desa setempat
Korban keracunan massal dirawat di tiga titik (Foto: Istimewa)
Magetan -

Jumlah korban keracunan massal nasi bungkus di Magetan bertambah. Warga Desa Plumpung, Kecamatan Plaosan, Magetan, keracunan saat bukber di Masjid An-Anur, menjadi 60 orang.

"Untuk total korban keracunan sudah 60 orang baik dirawat di puskesmas maupun rawat jalan," ujar Kepala Desa Plumpung Jaelani Wahyudiarto saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (29/4/2021).

Dari 60 korban keracunan massal, 48 orang yang menjalani perawatan dan 12 orang rawat jalan di rumah. 48 Pasien dirawat di tiga lokasi berbeda, yakni Puskesmas Plaosan, Poncol dan klinik Desa Plumpung.

"Dari total 60 kasus korban keracunan, ada 48 dirawat dan sisanya rawat jalan di rumah saja karena sudah membaik. Sementara perawatan di Puskesmas Plaosan 41 orang dan Puskesmas Poncol 1 orang serta klinik desa ada 6 orang," kata Wahyu.

Sementara polisi tengah melakukan penyelidikan keracunan massal di Magetan tersebut. Sampel makanan berupa nasi bungkus lauk ayam bakar telah diamankan.

"Kita sudah kumpulkan sampel sisa makanan berupa ayam bakar dan juga nasi untuk bahan penyelidikan," ujar Kapolsek Plaosan AKP Munir, saat dikonfirmasi detikcom.

Selain mengamankan barang bukti berupa ayam, nasi serta lauk lainnya, polisi juga memintai keterangan para korban yang dirawat di Puskesmas Plaosan.

"Jadi kita sudah mintai keterangan sebagian korban yang dirawat di Puskesmas Plaosan. Mereka rata-rata usai menyantap ayam bakar dari acara buka bersama," kata Munir.

Sebelumnya, lebih 100 warga mengikuti acara bukber Masjid An-Nur Desa Plumpung, Selasa (27/4). Namun, warga baru merasakan gejala keracunan nasi bungkus pada Rabu (28/4) sore sekitar pukul 15.30 WIB. Warga yang mengalami keracunan tersebut diketahui saat salah satu warga mengalami muntah berak (Muntaber). Rupanya, warga lain juga mengalami hal yang sama.

(fat/fat)