Tinjau Panen Padi di Malang, Jokowi Puji Varietas Unggul IPB-3S

Muhammad Aminudin - detikNews
Kamis, 29 Apr 2021 13:01 WIB
Malang -

Presiden Jokowi meninjau lokasi tanam sekaligus panen padi di Desa Kanigoro, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang. Presiden memuji padi varietas IPB-3S yang mampu menghasilkan 12 ton beras dalam satu hektare.

Kedatangan Presiden Jokowi didampingi Ketua DPR RI Puan Maharani beserta sejumlah menteri. Presiden mengatakan kehadirannya untuk melihat panen, penanaman, dan penggilingan padi.

"Saya saat ini berada di Desa Kanigoro, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur untuk melihat yang pertama panen dan kedua tanam, dan ketiga melihat penggilingan rice milling unit. Saya bersama dengan ibu Puan Maharani, Ketua DPR RI dan juga para Menteri Gubernur dan Bupati Malang. Untuk memastikan bahwa produksi padi yang ada, dari panen yang ada betul-betul bisa memenuhi kebutuhan seluruh rakyat Indonesia. Sehingga kalau itu betul-betul ada barangnya, ada padinya yang dipanen, kemudian nanti muncul produksi menjadi beras," kata Jokowi dalam live YouTube Sekretariat Presiden yang dilihat detikcom di Malang, Kamis (29/4/2021).

Menurut Jokowi, hitung-hitungan akan kebutuhan beras akan mudah apabila ketersediaan benar-benar ada dan jelas jumlahnya.

"Sehingga kalau itu betul-betul ada barangnya, ada padinya yang dipanen kemudian nanti muncul produksi menjadi beras kepastian mengenai jumlah itu betul-betul bisa dikalkulasi, bisa dihitung," tuturnya.

"Oleh sebab itu, kita tidak perlu yang namanya impor, tapi itung-itungannya memang harus pasti, karena ini menyangkut masalah perut. Masalah makan rakyat itu dari sini," sambung Jokowi.

Jokowi mengaku telah menerima banyak informasi bahwa ada varietas yang mampu menghasilkan padi dengan jumlah besar dalam satu hektar tanam.

"Saya banyak mendapatkan informasi bahwa 1 hektare tanam yang varietas IPB-3S namanya, yang menghasilkan padi 12 ton. Ini hasil bagus sekali dan akan saya tindak lanjuti nanti dengan IPB, untuk bisa dikembangkan dengan jumlah lebih besar lagi," ungkap Jokowi.

Pengembangan varetas IPB-3S yang mampu menghasilkan 12 ton padi dalam satu hektare diharapkan mampu menciptakan ketahanan pangan dan kedaulatan pangan Indonesia.

"Sehingga ketahanan pangan dan kedaulatan pangan kita betul-betul bisa kita raih tanpa kita harus impor dari negara lain," harap Jokowi.

Selain itu, dari dialog dengan para petani, Jokowi menyampaikan ada beberapa hal yang juga dibutuhkan oleh petani di Desa Kanigoro yang memang memerlukan proses berkaitan penggunaan alat-alat dan sarana prasarana yang berkaitan dengan teknologi.

"Tadi diminta oleh para petani mengenai mesin panen, traktor, dan hal-hal yang lainnya. Saya kira, akan kita penuhi karena memang sangat dibutuhkan sekali oleh para petani di sini," pungkas Jokowi.

(iwd/iwd)