'Nakalnya' Pabrik Gula di Lamongan, Stok Banyak Tapi Minta Impor

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Kamis, 29 Apr 2021 10:56 WIB
Dalam beberapa pekan terakhir, marak pemberitaan krisis gula rafinasi di Jatim. Hal ini diikuti desakan sejumlah pihak agar PT Kebun Tebu Mas (KTM) Lamongan diberikan izin impor raw sugar.
Stok gula di gudang PT KTM

Dengan adanya temuan ini, Tim Satgas Pangan akan mendesak pihak KTM untuk segera menjual dan mendistribusikan gula. Agar tidak terjadi kelangkaan.

Sebelumnya, marak pemberitaan krisis gula rafinasi di Jatim diikuti desakan agar PT KTM diberikan izin impor raw sugar. Desakan ini antara lain disampaikan Kordinator Forum Asosiasi Pengguna Gula Kristal rafinasi (FAPGKR) Dwiatmoko Setiono di sejumlah media massa. FAPGKR juga melayangkan surat keluhan dan kebutuhan gula untuk PT KTM ke berbagai instansi atau lembaga pemerintahan.

Dalam surat yang dikirim ke Menteri Perindustrian tanggal 15 Maret 2021, Dwiatmoko menulis PT KTM mengalami kesulitan bahan baku, dan banyaknya IKM yang terdampak karena selama ini bergantung pada pasokan gula rafinasi dari PT KTM.

Klaim kelangkaan itu dibantah keras oleh Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian Abdul Rochim. Ia memastikan tidak ada kelangkaan gula rafinasi di Jatim. Kementerian Perindustrian juga sudah melakukan pengecekan, bahkan akan memeriksa unit usaha yang mengaku mengalami kelangkaan pasokan gula. Kepastian serupa juga diutarakan Ketua PBNU KH Said Aqil Siradj.

"Jika terjadi kelangkaan, apalagi dalam jumlah ribuan unit UKM terancam bangkrut, dipastikan akan ada laporan ke PBNU sebagaimana laporan warga Karawang ketika ada rencana impor beras," ujar Aqil Siradj sebagaimana disampaikannya kepada Ketua Umum Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) pada Rabu (21/4), di Jakarta.


(sun/bdh)