Ini Klarifikasi Perusahaan yang Dikaitkan dengan Merek dan Logo Partai Demokrat

Faiq Azmi - detikNews
Senin, 26 Apr 2021 23:05 WIB
PT Royal Pesona Indonesia
Pemotongan yang kurang tepat membuat seakan-akan PT Royal Pesona Indonesia terkait dengan pendaftaran PD (Foto: Faiq Azmi)
Surabaya -

PT Royal Pesona Indonesia mengklarifikasi terkait pendaftaran Partai Demokrat (PD) yang dilakukan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Konsultan PT Royal Pesona Indonesia Benny Muliawan membantah perusahaan yang ia tangani berurusan dengan PD.

"Jadi itu sebenarnya beda ya. Pak SBY mendaftarkan itu nama merek Partai Demokrat pada 19 Maret 2021 pukul 20.31 WIB bukan atas nama PT Royal Pesona Indonesia. Nah ternyata, saya sebagai kuasa konsultan PT Royal Pesona Indonesia diberi kuasa untuk mendaftar HAKI, saya daftar di hari yang sama pukul 20.38 WIB," ujar Benny di Surabaya, Senin (26/4/2021).

"Namun dalam gambar yang beredar, dan di beberapa media, foto pendaftaran HAKI Pak SBY itu dipotong atau dicrop gambarnya gak pas, dan masuk nama PT Royal Pesona Indonesia. Jadi seolah-olah Pak SBY minta tolong PT Royal Pesona Indonesia untuk mendaftarkan HAKI Partai Demokrat. Di gambar itu yang beredar, kesannya PT Royal Pesona Indonesia ini ada kaitannya dengan Demokrat," sambungnya.

PT Royal Pesona IndonesiaFoto: Faiq Azmi

Benny menjelaskan, PT Royal Pesona merupakan perusahaan kosmetik dan tidak ada sangkut pautnya dengan Partai Demokrat.

Alasan Benny mengklarifikasi sendiri, lantaran pemilik perusahaan merasa tidak nyaman, adanya gambar dan pemberitaan PT Royal Pesona Indonesia masuk dalam framing konflik PD.

"Kita gak ada urusan dengan PD, baik itu kubu A atau kubu B. Di sini kita klarifikasi saja, karena pemilik merasa harus diklarifikasi. Jadi Pak SBY daftar pukul itu, eh tidak lama kita daftar juga di HAKI. Nah di laman pendaftaran, perusahaan PT Royal Pesona Indonesia daftarnya pas usai Pak SBY. Lalu karena cropping yang kurang pas, atau informasi yang salah, ada sejumlah media menyebut PT Royal Pesona Indonesia. Dan di beberapa media juga ada nama PT Royal Pesona Indonesia yang turut terpampang," terangnya.

Benny menambahkan, permohonan merek dan logo PD tidak ada kaitannya dengan perusahaannya. "Secara kasat mata, dapat menimbulkan persepsi dalam membaca data," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kubu Moeldoko yang menggelar KLB Partai Demokrat (PD) secara sepihak di Deli Serdang menebar bukti bahwa Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendaftarkan PD ke Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) atas nama pribadi. Bukti ini merupakan serangan baru dari kubu Moeldoko.

Bukti itu disampaikan oleh Pendiri Partai Demokrat Hengky Luntungan. Pendaftaran itu disebut Hengky dilakukan pada 19 Maret lalu.

"Tanggal 19 kemarin didaftarkan bahwa Partai Demokrat milik SBY, didaftarin ke Kekayaan Intelektual Kemenkumham, tapi itu belum keluar karena kami akan bantah itu," kata Hengky kepada wartawan, Kamis (8/4/2021).

(iwd/iwd)