Demokrat Jatim Nilai Wajar Dua Kepala Daerah Dampingi Anies-Khofifah

Faiq Azmi - detikNews
Senin, 26 Apr 2021 16:32 WIB
gubernur khofifah bertemu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota Madiun
Anies, Khofifah dan Wali Kota Madiun (Foto file: Faiq Azmi/detikcom)
Surabaya -

DPD Partai Demokrat (PD) Jawa Timur menilai wajar, saat dua kepala daerah yang diusungnya menemani Gubernur DKI Anies Baswedan dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Ngawi dan Kota Madiun, Minggu (25/4). Pasalnya kedatangan mereka harus didampingi.

"Dalam politik sesuatu hal yang wajar. Karena bagaimanapun juga, Pak Anies itu Gubernur, apalagi ada Bu Khofifah. Manakala beliau datang ke daerah ya kewajiban protokoler, bupati atau wali kota harus mendampingi," ujar Agus Dono, Wakil Ketua DPD Demokrat Jatim Bidang OKK (Organisasi Kaderisasi Keanggotaan) di Surabaya, Senin (26/4/2021).

Agus Dono menjelaskan, saat bupati/wali kota tidak memiliki kegiatan yang penting, maka secara etika politik wajib mendampingi gubernur atau pejabat di atasnya.

"Karena etika politik saja, dan etika protokoler kita, juga siapapun tamu harus dihormati. Saya pikir tidak mencerminkan sesuatu yang bersifat kepartaian. Apalagi gubernur yang hadir," jelasnya.

Anggota DPRD Jatim ini menegaskan, kebijakan politik PD sepenuhnya ada di DPP. Namun, DPD mempunyai kewajiban untuk memantau perkembangan politik di daerah.

Menurutnya, koalisi/penjajakan politik saat ini harus mencerminkan, apa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Khususnya dalam menanggulangi pandemi COVID-19.

"Perpolitikan itu juga terjadinya 2024, saat ini saatnya sesuai instruksi ketum untuk berkoalisi dengan rakyat. Khususnya sisi perekonomian rakyat, yang penting kita usaha mensejahterakan rakyat. Kita apresiasi Pak Anies, Bu Khofifah, juga Pak AHY bersatu padu mengembangkan kepentingan masyarakat secara utuh. Pemerintah harus mengambil langkah strategis," bebernya.

Ia menambahkan, kerja sama antara Pemprov DKI dengan sejumlah pemkab di Jatim termasuk dengan Pemprov Jatim sudah terjadi sejak lama. Kerja sama itu, tidak perlu dipolitisasi.

"Sejak dulu sudah era Pakde Karwo, DKI memang ketergantungan di sektor beras, ada polowijo, daging dan seterusnya. Pemerintah pusat dan daerah memang harus membantu sektor pertanian dan turunannya. Hanya sektor itu saja yang saat ini tidak terkena kontraksi," terangnya.

"Pemerintah harus memanfaatkan momentum itu. Tampaknya, Bu Khofifah juga Mas Emil membantu itu dengan koordinasi dengan Pak Anies untuk menyerap produksi yang melimpah. Sektor pertanian di Jatim memang luar biasa khususnya di daerah Matraman, salah satu tujuan Pak Anies ke Jatim jelas ketahanan pangan. Kita juga mendorong Bu Khofiah mengambil langkah strategis. Karena sektor ini (pertanian) tidak terkontraksi," pungkasnya.

Simak video 'Pertemuan Gubernur Anies-Gubernur Khofifah di Ngawi':

[Gambas:Video 20detik]



(fat/fat)