Bareng Menlu, Bupati Ipuk Bahas Perlindungan dan Pemberdayaan Pekerja Migran

Ardian Fanani - detikNews
Sabtu, 24 Apr 2021 21:16 WIB
Bupati Banyuwangi Ipuk Festiandani memaparkan sejumlah program daerah, terkait perlindungan serta pemberdayaan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI), dan keluarganya di masa pandemi COVID-19. Pemaparan disampaikan di hadapan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Ketua Pusat Kajian Migrasi Migrant Care Anis Hidayah.
Forum diskusi virtual belum lama ini/Foto: Ardian Fanani/detikcom
Banyuwangi -

Bupati Banyuwangi Ipuk Festiandani memaparkan sejumlah program daerah, terkait perlindungan serta pemberdayaan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI), dan keluarganya di masa pandemi COVID-19. Pemaparan disampaikan di hadapan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Ketua Pusat Kajian Migrasi Migrant Care Anis Hidayah.

Forum diskusi virtual itu digelar oleh salah satu media nasional, belum lama ini. Acara ini adalah rangkaian dari diskusi 50 tokoh perempuan Indonesia yang dinilai berpengaruh dalam menghadapi pandemi.

Ketiga tokoh perempuan tersebut berdiskusi peran masing-masing terkait perlindungan-pemberdayaan PMI serta keluarganya. Dalam kesempatan tersebut, Menlu Retno menjelaskan berbagai upaya menjalankan politik diplomasi di masa pandemi. Mulai lobi ke berbagai pihak untuk mendatangkan vaksin COVID-19 hingga evakuasi 243 WNI di Wuhan, China, pada awal Februari 2020.

Sementara Ipuk, dalam kapasitasnya sebagai kepala daerah, memaparkan, Pemkab Banyuwangi terus berupaya memberikan dukungan untuk perlindungan serta pemberdayaan PMI dan keluarganya.

"Kami juga baru saja berdiskusi dengan Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BPMI) dan koordinator BP2MI Banyuwangi terkait upaya-upaya perlindungan apa yang bisa dikolaborasikan, terutama untuk mencegah pekerja ilegal," kata Ipuk kepada Detikcom, Sabtu (24/4/2021).

Ipuk lalu memaparkan dukungan program perlindungan bagi pekerja di luar negeri, misalnya pada tahun lalu, Pemkab Banyuwangi mengirim puluhan ribu masker untuk pekerja migran di Hongkong saat masker langka di sana.

Sementara untuk pemberdayaan keluarga PMI di Banyuwangi maupun purna migran, pemkab telah menjalankan sejumlah skema. Dari sisi ekonomi, disiapkan program bantuan untuk meningkatkan usaha mereka. Ada bantuan alat usaha produktif, program Warung Naik Kelas, maupun memfasilitasi sertifikasi usaha bagi UMKM milik keluarga dan purna migran.

"Bantuan tersebut untuk memperkuat bantalan ekonomi para keluarga dan eks pekerja migran. Harapan kami, pekerja migran di luar negeri yang terdampak pandemi secara ekonomi bisa agak anteng memikirkan keluarganya yang di Banyuwangi," ujarnya.